Tahapan Kian Padat, Bawaslu Pacitan Perketat Kinerja dan Profesionalitas Pengawas Pemilu

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Marno

12 Des 2023 10:20

Thumbnail Tahapan Kian Padat, Bawaslu Pacitan Perketat Kinerja dan Profesionalitas Pengawas Pemilu
Ketua Bawaslu Pacitan Syamsul Arifin. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Seiring semakin padatnya tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur mulai memperketat kinerja dan profesionalitas pengawas pemilu di wilayah.

Pengawas Pemilu yang dimaksud, yakni Pengawas Desa/Kelurahan (PKD) dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) sebagai kepanjangan tangan Bawaslu dalam upaya pengawasan dan pencegahan pelanggaran Pemilu di tingkatan bawah.

Terkait itu, Ketua Bawaslu Pacitan Syamsul Arifin, menekankan pentingnya menjaga integritas bagi pengawas pemilu. Hal itu guna menunjukkan konsistensi antara ucapan dan janji yang tercermin dalam perbuatan sehari-hari.

"Untuk PKD dan Panwascam tetap kami sampaikan kepada mereka jaga integritas. Integritas itu adalah wilayah etik, karena mereka telah disumpah. Nah, itu wilayah etik yang pertama harus dilakukan," kata Syamsul, dalam acara Media Gathering yang digelar di Parai Beach Resort Teleng Ria Pacitan, Selasa (12/12/2023).

Baca Juga:
Komitmen pada Kejujuran: Bawaslu Pacitan Gelar Penanaman Pohon Integritas

Syamsul menambahkan, integritas merupakan hal yang paling penting bagi penyelenggara pemilu, termasuk PKD dan Panwascam. Integritas akan menjadi pondasi bagi kinerja dan profesionalisme mereka.

Kemudian yang kedua, dirinya melanjutkan, yakni bagaimana pengawas pemilu dapat terus meningkatkan hasil kerja mereka. Sehingga dapat terciptanya profesionalisme melalui terpenuhinya integritas dan kinerja pengawasan.

"Kinerja itu langkah-langkah teknis, pekerjaan mereka harus tahu. Dan dari profesionalisme itu, otomatis harus tahu Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) nya masing-masing," tegasnya kepada Ketik.co.id.

Tak hanya itu, dia mengingatkan PKD dan Panwascam untuk selalu mengikuti perkembangan regulasi pemilu yang selalu berubah. Hal ini penting agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan regulasi yang terus berjalan.

Baca Juga:
Bawaslu Pacitan Rilis Buku Bergaya Semi-Novel, Judulnya: 'Lika Liku Laku Kita'

"Regulasi saat ini makin Crowded (padat) bahkan setiap waktu dapat berubah," jelas Syamsul.

Oleh karena itu, Bawaslu Pacitan berharap masyarakat dapat memberikan dukungan kepada PKD dan Panwascam dalam menjalankan tugasnya.Ia meminta, masyarakat turut melaporkan jika terdapat pelanggaran pemilu yang terjadi.

"Nah, itu harus tetap selalu dilaksanakan. Makanya kami memiliki istilah Simpe (Soliditas, Integritas, Mentalitas dan Profesionalitas). Empat poin ini selalu kami tekankan kepada PKD dan jajaran Panwascam di seluruh wilayah," pungkasnya.

Penekanan Bawaslu Pacitan menyusul anggapan masyarakat bahwa PKD dan Panwascam terkesan makan gaji buta. Anggapan tersebut muncul karena pengawas dinilai kurang bekerja secara maksimal, terbukti dengan adanya beberapa kasus pelanggaran pemilu yang tidak dilakukan penindakan.

Kendati demikian, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas PKD dan Panwascam. Salah satunya adalah dengan menggelar berbagai bimbingan teknis, rapat koordinasi dan sosialisasi. (*)

Baca Sebelumnya

Kendalikan Inflasi, Dispangtan Kota Malang Tambah Greenhouse

Baca Selanjutnya

Bupati Freddy Thie dan Plt Kepala Dinas BKPSDM Kaimana Hadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi PPPK Tahun 2023

Tags:

PKD dan Panwascam di Pacitan Bawaslu Pacitan pemilu2024 Pileg2024

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H