Susur Sungai Usai Banjir Bumiaji, Wali Kota Batu Cak Nur Temukan Pemicu di Kawasan Hulu

Jurnalis: Dafa Wahyu Pratama
Editor: Fisca Tanjung

31 Mar 2026 16:14

Thumbnail Susur Sungai Usai Banjir Bumiaji, Wali Kota Batu Cak Nur Temukan Pemicu di Kawasan Hulu
Wali Kota Batu, Nurochman bersama OPD terkait melakukan susur sungai usai terjadinya banjir di kawasan Kecamatan Bumiaji. (Foto: Prokopim Setda Kota Batu)

KETIK, BATU – Menindak lanjuti banjir luapan disertai material lumpur melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Bumiaji pada Senin, 30 Maret 2026.

Wali Kota Batu, Nurochman, turun langsung susur sungai untuk meninjau dampak sekaligus memastikan langkah penanganan berjalan cepat, Selasa, 31 Maret 2026.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab banjir sekaligus merumuskan langkah penanganan yang tepat di lapangan.

Sejumlah titik yang menjadi fokus pemantauan meliputi kawasan Banyuning, aliran Kali Krecek, hingga Kampung Besta.

Baca Juga:
Kompak Bangun Kota Batu! Duet Nurochman–Heli Contoh Harmoni Kepemimpinan di Jawa Timur

Berdasarkan hasil pengecekan, luapan paling signifikan terjadi di Kali Krecek. Air yang melimpas ke permukiman warga tidak hanya membawa debit tinggi, tetapi juga material lumpur yang berasal dari lahan pertanian di wilayah hulu.

Rombongan juga meninjau wilayah Gandar, di mana derasnya aliran air menyebabkan kerusakan infrastruktur.

Badan jalan dilaporkan tergerus hingga merusak lapisan aspal sepanjang kurang lebih 50 meter, menunjukkan kuatnya tekanan aliran dari daerah atas.

Nurochman menjelaskan, kerusakan tersebut dipicu oleh tingginya volume air yang tidak mampu ditahan oleh kondisi tanah maupun sistem drainase yang ada.

Baca Juga:
Cak Nur dan Mas Heli Tinjau Lahan Pertanian Tulungrejo, Kembangkan Integrated Farming Apel

Ia menegaskan, persoalan utama banjir lumpur tidak lepas dari perubahan fungsi lahan di kawasan dataran tinggi.

“Perubahan fungsi lahan ini sangat berisiko. Kawasan yang sebelumnya berupa hutan atau perkebunan apel kini banyak beralih menjadi lahan sayuran. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Selain itu, ia menyoroti praktik pertanian yang belum sepenuhnya menerapkan teknik konservasi tanah, seperti terasering atau pengolahan lahan sesuai kontur.

“Tanah menjadi tidak memiliki daya tahan ketika diguyur hujan dengan intensitas tinggi, sehingga mudah terbawa aliran air dan menyebabkan banjir lumpur di wilayah bawah,” jelasnya.

Pemerintah Kota Batu, lanjutnya, akan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyusun langkah penanganan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Upaya ini mencakup evaluasi tata kelola lahan serta penguatan pengawasan di wilayah hulu,” terangnya.

Ia juga mengingatkan para pengelola lahan, termasuk yang bekerja sama dengan Perhutani maupun dalam program Perhutanan Sosial dari Kementerian Kehutanan, agar mematuhi ketentuan yang telah disepakati.

“Patuhi seluruh perjanjian yang ada. Jika tidak diperkenankan menebang pohon tegakan, maka harus ditaati. Jangan hanya mengejar hasil jangka pendek, tetapi mengabaikan dampak terhadap keselamatan masyarakat,” tegasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Angkutan Lebaran 2026, Puluhan Ribu Penumpang Masih Terlihat Padat di Stasiun Daop 8 Surabaya

Baca Selanjutnya

Operasi Ketupat Semeru 2026: Polresta Malang Kota Sukses Tekan Angka Kriminalitas Hingga 26 Persen

Tags:

Wali Kota Batu Nurochman Susur Sungai Bencana Banjir Kecamatan Bumiaji

Berita lainnya oleh Dafa Wahyu Pratama

Banyak yang Nekat Lewat, Jalur Klemuk Kota Batu Ditutup dengan Barrier dan Dipasang CCTV

15 April 2026 13:45

Banyak yang Nekat Lewat, Jalur Klemuk Kota Batu Ditutup dengan Barrier dan Dipasang CCTV

Kota Batu Tuan Rumah HLM TP2DD, Dorong Digitalisasi dan Transaksi Non-Tunai

15 April 2026 12:18

Kota Batu Tuan Rumah HLM TP2DD, Dorong Digitalisasi dan Transaksi Non-Tunai

Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

14 April 2026 22:03

Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

Batu Secret Zoo Punya Anggota Baru, Bayi Bekantan Lahir Alami

14 April 2026 18:10

Batu Secret Zoo Punya Anggota Baru, Bayi Bekantan Lahir Alami

Anggaran Rp105 Juta, DLH Kota Batu Bangun Jogging Track di Taman Hutan Kota Bondas

14 April 2026 16:11

Anggaran Rp105 Juta, DLH Kota Batu Bangun Jogging Track di Taman Hutan Kota Bondas

Mikutopia Hadirkan Paket Rombongan Mulai Rp65 Ribu, dari Budidaya Jamur hingga Outbound Seru

14 April 2026 15:18

Mikutopia Hadirkan Paket Rombongan Mulai Rp65 Ribu, dari Budidaya Jamur hingga Outbound Seru

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar