Survei Migas di Perairan Pacitan Temporary Standby, 52 Rumpon Sudah Terima Ganti Rugi

Editor: Al Ahmadi

22 Jan 2026 13:29

Thumbnail Survei Migas di Perairan Pacitan Temporary Standby, 52 Rumpon Sudah Terima Ganti Rugi
Perkembangan survei seismik migas di perairan selatan Pacitan, Selasa, 20 Januari 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Survei seismik migas di perairan selatan Pacitan mengalami penghentian sementara alias Temporary Standby (siaga sementara) dan baru akan dilanjutkan pada Maret 2026.

Kepala Dinas Perikanan Pacitan, Nanang Hardwijono, mengatakan penghentian sementara dilakukan karena faktor cuaca serta kendala teknis pada armada survei.

“Posisi sekarang temporary standby, perkiraan akan dilanjut di Maret. Alasannya karena cuaca dan kerusakan alat, steamer kapal survei,” ujar Nanang saat dikonfirmasi Ketik.com, Kamis, 22 Januari 2026.

Nanang menjelaskan, hingga kegiatan dihentikan sementara, progres survei secara keseluruhan sudah mencapai sekitar 52 persen. 

Baca Juga:
Awak Mobil Tangki Fuel Terminal Jenu Tuban Mogok Kerja Dua Hari, Pertamina Patra Niaga Klaim Distribusi BBM Tetap Lancar

Persentase tersebut merupakan akumulasi pekerjaan survei seismik 2D dari wilayah Pacitan hingga Lumajang.

“Progres pekerjaan survei baru 52 persen, itu keseluruhan pekerjaan di Pacitan sampai Lumajang,” katanya.

Sebelumnya, survei seismik 2D yang dilakukan oleh Pertamina Hulu Energi Jambi Merang ini berdampak langsung pada aktivitas nelayan. 

Jalur lintasan kapal survei di perairan selatan Jawa Timur membuat puluhan rumpon nelayan Pacitan terpaksa dipotong karena berada di area pemetaan.

Baca Juga:
Pertamina Tutup Satgas Rafi, Konsumsi BBM Jatim Naik 19 persen dan LPG 6,2 Persen Selama Arus Mudik hingga Balik Lebaran

Pihaknya menyebut satu rumpon mampu menghasilkan sekitar 6 hingga 10 ton ikan. Hilangnya rumpon menyebabkan hasil tangkapan nelayan menurun drastis dan berdampak pada pendapatan mereka.

Pun demikian, Nanang memastikan seluruh kompensasi atas pemotongan rumpon telah diselesaikan. 

Total keseluruhan terdapat 52 rumpon yang masuk dalam skema pembayaran ganti rugi dan seluruhnya telah dibayarkan.

“Pembayaran kompensasi pemotongan sebanyak 52 rumpon sudah tuntas,” jelasnya.

Pasca pembayaran kompensasi, para pengusaha rumpon mulai kembali memasang rumpon. 

Namun pemasangan dilakukan di luar area jalur survei migas untuk menghindari potensi gangguan lanjutan.

“Pengusaha rumpon sudah mulai pasang rumpon lagi di luar area survei,” pungkas Nanang.

Selain berdampak pada nelayan, kegiatan survei migas ini turut mempengaruhi pendapatan asli daerah sektor perikanan. 

Lebih lanjut, sepanjang 2025, realisasi retribusi sektor perikanan dari penyediaan tempat pelelangan ikan, ternak, hasil bumi, dan hasil hutan termasuk fasilitas lainnya di lingkungan tempat pelelangan juga belum optimal. 

Penurunan terjadi terutama pada jasa penghitungan benih bening lobster serta aktivitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tamperan.

Dari target sebesar Rp622,4 juta, realisasi yang tercapai baru Rp252,69 juta atau sekitar 40,60 persen.(*)

Baca Sebelumnya

Perkuat Budaya Keselamatan Kerja, PT SIER Raih Sertifikat SMK3 Kemnaker RI dengan Nilai Memuaskan

Baca Selanjutnya

Jaga Warisan Kuncoro Jadi Tambahan Motivasi Arema FC pada Putaran Kedua BRI Super League 2025/2026

Tags:

Survei Migas Nelayan Pacitan Rumpon perikanan pacitan Pertamina seismik 2D pad perikanan tpi pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

11 April 2026 23:22

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

11 April 2026 19:06

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar