KETIK, MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) berhasil menunjukkan taringnya dalam masuk di peringkat dunia Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026. Kesuksesan dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG's membuat Unisma melesat dalam kelompok peringkat 1001-1500 dunia.
Rektor Unisma, Prof Junaidi, menjelaskan, masuknya Unisma dalam pemeringkatan internasional tersebut menjadi bukti keseriusan dalam pembangunan berkelanjutan. Mulai dari pendidikan berkualitas, pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, kesehatan dan kesejahteraan, hingga kemitraan global.
"Tahun ini Unisma memperoleh sejumlah capaian yang membanggakan pada beberapa indikator SDGs. Di antaranya SDG 5 yakni Gender Equality yang berhasil menempati peringkat 101-200 dunia," ujar Prof Junaidi, Rabu, 24 Juni 2026.
Tak hanya itu, Unisma juga berada di peringkat 401-600 dunia dalam kategori SDG 2 zero hunger dan SDG 4 quality education. Menurut Prof Junaidi, capaian tersebut merupakan bentuk komitmen Unisma dalam mendukung ketahanan pangan dan pendidikan yang berkualitas.
Beberapa capaian Unisma lainnya, yakni kategori SDG 1 no poverty, Unisma berada pada peringkat 601-800 dunia. SDG 17 partnerships for the goals menempati peringkat 801-1000 dunia. Di kategori SDG 3 good health and well-being, Unisma berhasil masuk dalam kelompok 1001+ dunia.
Baca Juga:
Fakultas Filsafat UGM Gandeng Unisma Perkuat Literasi Kebangsaan Mahasiswa"Ini bukti nyata bahwa Unisma tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi berperan aktif dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan," sebutnya.
Capaian tersebut juga didukung oleh upaya yang selama ini ditempuh Unisma dalam program pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga kerja sama nasional dan internasional. Prof Junaidi juga mengapresiasi seluruh sivitas akademika, alumni hingga mitra Unisma yang telah bekerja keras demi kemajuan Unisma.
"Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kontribusi universitas dalam menjawab berbagai tantangan global," sebutnya. (*)