Pemkot Malang Gandeng UB, Unisma dan Ma Chung untuk Pembangunan Berbasis Kajian Ilmiah

5 Agustus 2026 19:14 5 Agt 2026 19:14

Nurul Aliyah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pemkot Malang Gandeng UB, Unisma dan Ma Chung untuk Pembangunan Berbasis Kajian Ilmiah

Pemerintah Kota Malang resmi menjalin kerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Kota Malang pada Rabu, 5 Agustus 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB), Universitas Ma Chung, dan Universitas Islam Malang (Unisma) pada Rabu, 5 Agustus 2026 di Ruang Sidang Balai Kota. Kolaborasi ini sebagai langkah nyata membangun Kota Malang berlandaskan kajian ilmiah.

Kolaborasi pemerintah daerah dengan perguruan tinggi sangat penting untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan berdasarkan pada kajian pemikiran para akademisi. 

Kerja sama ini juga bentuk Dasabakti Unggulan Wali Kota dan juga perintah dari Presiden Prabowo untuk bermitra dan bekerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia, khususnya Kota Malang.

Dalam hal ini, Pemerintah Kota Malang selalu mengupayakan untuk bisa melibatkan perguruan tinggi dalam memberikan rekomendasi kebijakan pembangunan. 

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Wali Kota Malang dengan para rektor perguruan tinggi ini sebagai program ekstrahelix untuk mewujudkan visi-misi Wahyu Hidayat bersama Ali Muthohirin. 

"Harapan saya dengan kerja sama ini, tentu segala macam kebijakan pembangunan yang ada, kami selalu berkolaborasi dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Malang," tutur Wahyu Hidayat.

Wahyu mengungkapkan bahwa jumlah mahasiswa di Kota Malang hampir menyamai total penduduk asli. Oleh karena itu, kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi kunci untuk menjaga Kota Malang tetap kondusif sekaligus mendorong pembangunan berbasis kajian ilmiah.

"Ini adalah menjadi salah satu alasan kita untuk bisa bekerja sama agar perguruan tinggi juga ikut bersama dengan Pemerintah Kota Malang memikirkan Kota Malang ini ke depan seperti apa," imbuhnya.

Kerja sama berdurasi lima tahun ini menjadi momentum untuk membangun sinergi antara Pemkot Malang dan perguruan tinggi. Harapannya, dalam kurun waktu tersebut lahir berbagai kebijakan yang berlandaskan rekomendasi para akademisi.

Wahyu Hidayat menyebutkan, ke depan akan disusun berbagai program yang diselaraskan dengan keahlian tiap-tiap fakultas melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi.

Ia menegaskan, kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan diskusi bersama untuk merumuskan sekaligus merealisasikan program strategis yang dibutuhkan Kota Malang.

Lewat ruang diskusi bersama para akademisi tersebut, Pemkot Malang berupaya menyelesaikan berbagai dinamika dan problematika daerah, hingga melahirkan kebijakan yang dapat diimplementasikan secara konkret. 

"Kita juga meminta advice dari perguruan tinggi, kajian-kajian dan yang lain, nanti itu agar bisa kita mendapatkan masukan terutama dari pemikiran-pemikiran yang ada di perguruan tinggi yang menjadi singgungani," jelas Wahyu Hidayat. (*)

Tombol Google News

Tags:

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Universitas Brawijaya Universitas Ma Chung Universitas Islam Malang Kampus Malang Kota Malang pemerintah kota malang