KETIK, SIDOARJO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkomitmen menjaga stabilitas harga pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat melalui penyelenggaraan program Pasar Murah di berbagai kabupaten/kota di wilayah setempat.
Sejak 1 Januari 2026 hingga 8 April 2026, total sudah 59 kali pasar murah digelar di 59 titik di sejumlah daerah. Paling akhir, kegiatan terbaru digelar di halaman Kantor Desa Sedatiagung, Kabupaten Sidoarjo yang disambut antusias oleh masyarakat.
Gubernur Khofifah mengatakan, kehadiran pemerintah melalui intervensi pasar menjadi langkah strategis guna memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Di tengah ketidakpastian geopolitik global berimplikasi pada fluktuasi harga pangan. Karena itu, kami hadir melalui pasar murah sebagai ikhtiar menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya dalam siaran pers diterima di Surabaya, Minggu, 12 April 2026.
Menurut dia, konsistensi penyelenggaraan pasar murah merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang terintegrasi dengan penguatan ketahanan pangan. Upaya ini bertujuan menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga di tingkat masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan pangan inklusif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan global,” tuturnya. (*)
