KETIK, LABUHAN BATU – Proses perekrutan calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Labuhanbatu menyisakan beragam komentar.

Pasalnya, terdapat beberapa peserta putri yang dinilai memiliki tinggi tidak sampai 156 centimeter, belakangan lulus seleksi ketinggian. 

Sementara, masih terdapat peserta lainnya dengan tinggi lebih, tetapi kandas pada tahapan seleksi tinggi calon pengibar bendera pusaka pada 17 Agustus 2026 mendatang.

Seperti diungkapkan warga Rantauprapat, yang putrinya mengikuti seleksi anggota paskibraka utusan dari sekolah menengah atas yang mengirimkan peserta, Minggu, 26 April 2026 di Rantauprapat.

Saat tes pengukuran ketinggian badan, putrinya melihat terdapat peserta lainnya yang jauh lebih rendah. Tetapi, lulus pada seleksi tersebut.

Baca Juga:
Heboh Isu Liar Sabu Disita 50 kilogram, Paparan Polres Labuhanbatu Minim Data

"Begitu cerita anakku, katanya lebih tinggi anakku dari pada dia. Tapi herannya lulus dan mengikuti tes selanjutnya," aku pria,  minta namanya tidak dipublis.

Namun, dia sendiri tidak dapat memastikan prihal itu, karena tidak menyaksikan langsung. Tetapi, dianyakin buah hatinya tersebut tidak akan berbohong.

Terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Kabupaten Labuhanbatu, Nilwansyah dikonfirmasi Ketik.com, Senin, 27 April 2026 mengutarakan bahwa anggota paskibraka yang lulus, malah memiliki tinggi badan di atas rata-rata.

"Seluruh Capaskab yang dinyatakan lulus seleksi kabupaten berdasarkan hasil pengukuran tinggi badan sudah memenuhi syarat, pengukuran dilakukan bersama tim dari Dinas Kesehatan dipantun oleh tim seleksi dari kodim 0209/LB dan Polres Labuhanbatu," akunya melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga:
Halalbihalal IPSI Labuhanbatu, Mimpi Nyata Tingkatkan Silaturahmi dan Prestasi

"Semua yang dinyatakan lulus di kabupaten, putri itu tingginya 160cm ke atas dan putra 170cm ke atas. Selain itu bagi yang memiliki tinggi sama tetapi tidak lulus, itu disebabkan oleh beberapa faktor misalnya stamina, ketahanan fisik, disiplin, penampilan, wawasan dan penilaian langsung dari para pelatih," tambahnya.

Dilanjutkan Nilwansyah, "Ya putri minimal 160 cm, putra 170 cm, dihasil seleksi sudah tertera ukuran tinggi badan sesuai hasil pengukuran di GOR yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kodim dan Polres," tambahnya.

Untuk Kabupaten Labuhanbatu sendiri, menurut Nilwansyah telah direkrut sebanyak 52 anggota yang terdiri dari 23 orang putri dan 29 orang putra. Dari total kesemuanya, 2 diantaranya mewakili Labuhanbatu mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Sebelumnya, Staf Ahli Bupati Labuhanbatu, Turing Ritonga pada Rabu tanggal 22 April 2026 membuka proses seleksi di GOR Rantauprapat.

Selain peserta, Turing menekankan pentingnya integritas bagi tim penguji dan pelatih, agar proses seleksi dilakukan secara transparan guna mendapatkan bibit unggul yang berkualitas.

Kala itu diketahui, total peserta yang akan mengikuti seleksi sebanyak 174 orang pelajar kelas X, terdiri dari 86 putra dan 88 putri berasal dari SMA, SMK, MA sederajat se-Kabupaten Labuhanbatu.(*)