KETIK, HALMAHERA SELATAN – Tokoh muda asal Pulau Obi, Sandri Sanangka, menyatakan siap maju dalam Musyawarah Cabang VII Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Sandri menyebut langkah itu bukan hanya bagian dari kontestasi organisasi saja, melainkan panggilan moral untuk ikut memperkuat konsolidasi kader, memperluas jejaring sosial, dan meningkatkan peran Pemuda Pancasila di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sandri dalam keterangan resminya Rabu, 10 Juni 2026. Ia menegaskan, keputusannya maju dalam Muscab VII lahir dari komitmen untuk membangun organisasi yang lebih solid, adaptif, dan memiliki daya guna sosial yang lebih kuat dalam kerangka transformasi kelembagaan.

“Saya siap mengemban amanah ini. Bagi saya, Pemuda Pancasila Halmahera Selatan harus terus tumbuh sebagai organisasi yang kuat, tertib, dan benar-benar hadir memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Sandri.

Dukungan terhadap Sandri mulai mengalir dari sejumlah kader di tingkat kecamatan. Salah satunya datang dari Safrin Alimudin, Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Obi, yang menyatakan dukungan terbuka kepada Sandri Sanangka untuk maju sebagai calon Ketua MPC Pemuda Pancasila Halmahera Selatan.

Baca Juga:
Pemprov Malut dan Harita Nickel Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi dan Peluang Kerja Generasi Muda Malut

Safrin menilai Sandri merupakan figur muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan, pengalaman organisasi, serta kemampuan komunikasi yang baik. Menurutnya, modal sosial tersebut penting untuk membawa Pemuda Pancasila Halmahera Selatan masuk pada fase kepemimpinan yang lebih progresif, inklusif, dan berbasis meritokrasi kader.

“Kami mendukung penuh Saudara Sandri Sanangka untuk maju sebagai calon Ketua MPC Pemuda Pancasila Halmahera Selatan. Ia memiliki visi yang jelas, mampu membangun komunikasi lintas kader, dan punya semangat besar untuk memajukan organisasi,” kata Safrin.

Safrin juga menilai, Pemuda Pancasila membutuhkan kepemimpinan yang mampu merawat soliditas internal sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Dalam konteks itu, Sandri dianggap memiliki energi sosial, kapasitas organisasi, dan legitimasi kaderial yang cukup untuk menjawab kebutuhan kader di tingkat bawah.

Berdasarkan hasil pertemuan pra-Muscab, Muscab VII MPC Pemuda Pancasila Halmahera Selatan dijadwalkan berlangsung pada 20 Agustus 2026. Agenda tersebut dipandang sebagai momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan, memperkuat struktur organisasi, serta menyusun peta jalan program kerja pada periode mendatang melalui proses regenerasi yang lebih sistematis.

Baca Juga:
WTP 12 Tahun Beruntun, Halmahera Selatan Kian Matang dalam Tata Kelola Pemerintahan

Sebagai putra daerah Obi, Sandri menegaskan keinginannya membangun pola hubungan yang harmonis antara Pemuda Pancasila, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, organisasi kepemudaan harus mampu menjadi ruang partisipasi sosial yang produktif dalam mendukung pembangunan daerah dan memperkuat ekosistem kolaborasi publik.

“Pemuda Pancasila harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Kami ingin membangun hubungan yang sehat dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat agar organisasi ini ikut memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Halmahera Selatan,” ungkap Sandri.

Sandri juga berharap Muscab VII dapat berjalan demokratis, tertib, dan penuh semangat persaudaraan. Ia menilai perbedaan pilihan dalam organisasi merupakan bagian dari dinamika yang sehat, selama tetap diletakkan dalam bingkai persatuan, etika organisasi, dan kepentingan besar kelembagaan.

Menurut Sandri, Muscab bukan hanya ruang memilih ketua, tetapi juga forum konsolidasi gagasan. Karena itu, seluruh kader diharapkan dapat menjadikan momentum tersebut sebagai titik temu untuk memperkuat identitas, marwah, dan kontribusi Pemuda Pancasila di Halmahera Selatan.

“Muscab bukan hanya tentang siapa yang memimpin. Lebih dari itu, Muscab adalah ruang memperkuat persatuan, menyatukan langkah, dan membawa Pemuda Pancasila Halmahera Selatan menjadi organisasi yang lebih besar, berwibawa, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Sandri Sanangka.