Sambut HSN 2024, ASN Pacitan Tampil dengan Busana Ala Santri Selama Sepekan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Mustopa

16 Okt 2024 16:19

Thumbnail Sambut HSN 2024, ASN Pacitan Tampil dengan Busana Ala Santri Selama Sepekan
Suasana apel ASN di depan kantor BKD Pemkab Pacitan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2024. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Suasana kantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan, Jawa Timur terlihat bak pondok pesantren pada Rabu, 16 Oktober 2024.

Semua ASN pria mengenakan baju koko, lengkap kopiah dan bersarung. Begitu pula yang perempuan memakai kerudung persis jemaah pengajian.

Ternyata, pemandangan itu sebagai bentuk menghormati dan menyambut Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2024 yang diperingati setiap 22 Oktober.

Pemerintah Kabupaten Pacitan secara resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 400.8.2.3/3433 1408.13/2024, mengimbau agar seluruh elemen turut serta dalam menyukseskan rangkaian kegiatan HSN 2924 selama 16 sampai 23 Oktober 2024.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

"Seluruh pegawai ASN diinstruksikan mengenakan pakaian ala santri pada jam kerja dari tanggal 16 hingga 22 Oktober 2024. Bagi laki-laki, disarankan memakai sarung dan kopyah hitam, sementara perempuan diminta mengenakan busana muslimah," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pacitan Heru Wiwoho, Rabu, 16 Oktober 2024.

Menurutnya, koko, kopiah dan sarung adalah pakaian nasional, namun selama ini seolah hanya dikhususkan untuk santri.

"Ini ditujukan untuk seluruh perangkat daerah atau ASN, instansi vertikal, lembaga pendidikan sekolah-sekolah, pondok pesantren, madrasah, dan organisasi kemasyarakatan," bebernya kepada Ketik.co.id

Selain dress code, Pemkab Pacitan dalam surat edaran itu juga meminta untuk melaksanakan beberapa hal penting lainya.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Pertama, seluruh pihak diimbau memasang Bendera Merah Putih yang dapat disandingkan dengan bendera ormas atau lembaga masing-masing, mulai tanggal 16 hingga 23 Oktober 2024. Pemasangan bendera dilakukan sejak matahari terbit hingga terbenam.

Kedua, setiap instansi atau lembaga diminta memasang spanduk dengan logo dan tema peringatan di tempat strategis selama periode yang sama, yakni 16 hingga 23 Oktober 2024. 

"Spanduk ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan semangat dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional di berbagai lapisan masyarakat," bebernya.

Khotmil Qur'an juga menjadi salah satu agenda utama yang disarankan untuk dilaksanakan di masing-masing Perangkat Daerah, Instansi, dan Lembaga Pendidikan. 

"Kegiatan membaca Al-Qur'an ini akan berlangsung dari tanggal 16 hingga 22 Oktober 2024, sebagai bentuk penghormatan terhadap para santri yang berkontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa,"

Terakhir, para camat di seluruh wilayah Pacitan diminta menyebarluaskan informasi ini kepada masyarakat untuk memastikan bahwa Bendera Merah Putih terpasang di setiap rumah mulai tanggal 16 hingga 23 Oktober 2024.

Dengan serangkaian kegiatan ini, Kabupaten Pacitan berkomitmen untuk menyemarakkan Peringatan Hari Santri Nasional 2024 dengan penuh semangat dan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat.

Sebagai informasi Hari Santri Nasional tahun 2024 mengambil tema 'Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan', diharapkan dengan tema tersebut para santri bisa menjadi pionir Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk kemajuan peradaban bangsa. (*)

Baca Sebelumnya

Operasi Zebra 2024, Polres Pacitan Bidik Pengendara saat Jam-jam Segini

Baca Selanjutnya

Hal Ini yang Membuat Paslon Eri-Armuji Dapat Menang Mudah Lawan Kotak Kosong

Tags:

pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar