Lansia Pacitan Dapat 'Kado Istimewa' di HLUN ke-30, Ada Surat Cinta hingga Skrining TBC

10 Juni 2026 10:02 10 Jun 2026 10:02

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Lansia Pacitan Dapat 'Kado Istimewa' di HLUN ke-30, Ada Surat Cinta hingga Skrining TBC

Ketua TP PKK Kabupaten Pacitan, Efi Suraningsih Indrata Nur Bayuaji, menyerahkan bingkisan kepada para lansia saat peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Alun-Alun Pacitan, Rabu (10/6/2026). (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) di Alun-Alun Pacitan, Rabu pagi, 10 Juni 2026.

Ratusan lansia yang hadir mendapatkan berbagai 'kado istimewa', mulai dari senam bersama, pembacaan surat cinta dan puisi, bingkisan, hingga layanan cek kesehatan gratis (CKG) yang disiapkan oleh Pemkab.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia, Bulan E-TIBI+, serta HLUN.

Kepala Dinkes Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan penghormatan kepada para lansia, tetapi juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit, khususnya Tuberkulosis (TBC).

"Hari ini rangkaian dari beberapa program, juga dalam rangka program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG), kemudian juga skrining TBC. Kami mengajak para lansia yang sering berkegiatan di alun-alun, diawali dengan senam, kemudian ada pembacaan surat, lalu skrining CKG," kata dr. Daru.

Foto Senyum para lansia menghiasi peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 saat mengikuti skrining kesehatan dan layanan pemeriksaan gratis, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, integrasi antara HLUN dan program skrining TBC dilakukan karena kelompok lanjut usia merupakan salah satu kelompok yang paling rentan terhadap berbagai penyakit akibat menurunnya daya tahan tubuh.

"Tujuannya yang jelas untuk memperingati HLUN dan memperingati TBC, sehingga nanti diharapkan lansia yang berada pada usia rentan bisa mendapatkan cek kesehatan gratis, kemudian diketahui penyakit-penyakit yang mendasari dan bisa mengetahui lansia yang positif TBC untuk segera bisa diobati," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, imbuh dr. Daru, para lansia mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, konsultasi kesehatan, skrining gejala TBC, hingga edukasi pola hidup sehat.

"Peringatan ini juga dilaksanakan serentak di seluruh puskesmas mulai 8 hingga 20 Juni 2026," jelasnya.

Namun suasana paling menarik terjadi saat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan, Efi Suraningsih Indrata Nur Bayuaji, membacakan surat cinta dan puisi yang ditujukan khusus kepada para lansia.

Untaian kata yang dibacakan Efi berisi penghormatan, rasa terima kasih, dan penghargaan kepada para orang tua yang telah mengabdikan hidupnya untuk keluarga dan masyarakat.

Tak sedikit peserta yang tampak tersenyum haru saat mendengarkan pembacaan surat dan puisi tersebut.

Efi mengaku momen tersebut memberikan kesan mendalam bagi dirinya secara pribadi.

"Ini luar biasa sekali kegiatannya. Hari Lansia sebenarnya diperingati setiap tanggal 29 Mei, tetapi karena berbagai situasi baru bisa kita laksanakan tahun ini dalam rangkaian kegiatan yang lebih besar," ujarnya.

Ia berharap para lansia di Kabupaten Pacitan tetap sehat, bahagia, dan terus menjalani masa tua dengan penuh semangat.

"Semoga selalu sehat, semangat, ceria. Hari ini juga ada skrining TBC karena kelompok lansia ini yang paling rentan. Harapannya bisa terdeteksi secara maksimal karena kasus TBC di Pacitan juga masih ada. Takutnya ada yang sudah terkena penyakit tetapi belum diobati. Hari ini kita coba tangani sehingga pasien TBC bisa segera mendapatkan pengobatan dan penularannya bisa diantisipasi," katanya.

Saat ditanya mengenai kesannya membacakan surat cinta dan puisi, Efi mengaku terharu karena mengingat pengalaman pribadinya yang tidak pernah merasakan kasih sayang langsung dari kakek dan nenek.

"Terharu, karena saya belum pernah dibacakan puisi atau mendapatkan kasih sayang langsung dari nenek saya. Saya salah satu orang yang tidak pernah ditimang oleh kakek dan nenek. Jadi ketika melihat teman-teman yang dimanjakan oleh kakek neneknya, ada rasa ingin merasakan hal yang sama," ungkapnya.

Menurut Efi, keberadaan kakek dan nenek memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga karena menjadi sumber kasih sayang dan pengalaman hidup yang berharga.

"Tadi saat membacakan puisi itu rasanya saya juga ingin berada di posisi itu. Terbekatilah kalian yang masih bisa bersama kakek dan nenek. Tolong dirawat dengan baik, disayangi, dan diberikan perhatian karena mereka adalah sumber kasih sayang dan pengalaman hidup yang luar biasa," tuturnya.

Foto Senyum para lansia menghiasi peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 saat mengikuti skrining kesehatan dan layanan pemeriksaan gratis, Rabu (10/6/2026).

Salah satu peserta kegiatan, Endang Sukaesi (73), warga Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, mengaku senang dapat mengikuti peringatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu memberikan manfaat besar, baik dari sisi kesehatan maupun sebagai ajang silaturahmi bagi para lansia.

"Saya senang sekali bisa ikut kegiatan ini. Bisa senam bersama, periksa kesehatan gratis, dan bertemu teman-teman seusia dari berbagai tempat," ujarnya.

Nenek anggota Paguyuban Penggemar Senam Pacitan (PPSP) itu berharap pemerintah terus memberikan perhatian kepada kelompok lanjut usia melalui program kesehatan dan kegiatan sosial yang dapat menjaga kebahagiaan serta kualitas hidup para lansia.

"Ya seneng dapat kado seperti ini. Kami para lansia merasa diperhatikan dan dihargai. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun," katanya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Efi Suraningsih Indrata Nur Bayuaji dr Daru Mustikoaji Tp Pkk Pacitan Dinas Kesehatan Pacitan Hari Lanjut Usia Nasional Hlun 2026 lansia Tuberkulosis Bulan E-tibi+ cek kesehatan gratis Endang Sukaesi alun-alun pacitan Berita pacitan Info Pacitan