Saatnya Muktamar Bermartabat: Ketika Efektivitas Kepemimpinan Dipertanyakan

Editor: Mustopa

7 Apr 2026 06:30

Thumbnail Saatnya Muktamar Bermartabat: Ketika Efektivitas Kepemimpinan Dipertanyakan
Oleh: Ahmad Fahrur Rozi*

Di era modernisasi seperti saat ini, tidak ada organisasi besar yang bisa bertahan hanya dengan simbol dan nostalgia. Kepemimpinan PBNU sebagai pusat kendali Nahdlatul Ulama pun tidak boleh kebal dari kritik.

Ketika efektivitas kepemimpinan mulai dipertanyakan secara luas—baik oleh kader, pengurus daerah, maupun warga nahdliyin—maka diam bukanlah pilihan. Justru di titik inilah keberanian untuk bermuktamar menjadi ujian kedewasaan organisasi.

Kepemimpinan yang Kehilangan Daya Gedor

Harus diakui secara jujur, ada kesan kuat yang dirasakan oleh masyarakat bahwa kepemimpinan PBNU saat ini telah kehilangan daya dorong strategis. Respons terhadap persoalan umat terasa lambat, arah kebijakan tidak selalu jelas, dan komunikasi organisasi seringkali tidak menyentuh basis jamaah.

Baca Juga:
Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

NU adalah organisasi yang hidup dari denyut bawah, bukan sekadar keputusan elite. Ketika denyut itu melemah, maka yang dibutuhkan bukan pembenaran—melainkan evaluasi total.

Muktamar Bukan Ancaman, tapi Jalan Kehormatan

Sebagian mungkin menganggap percepatan Muktamar NU sebagai bentuk ketidakpercayaan. Pandangan ini keliru. Dalam tradisi NU, muktamar justru adalah mekanisme paling sah, paling elegan, dan paling bermartabat untuk menyelesaikan persoalan internal.

Menunda muktamar sama saja memperpanjang ketidakpastian. Sementara menyegerakannya adalah bentuk tanggung jawab moral kepada jamaah.

Baca Juga:
Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

Mengembalikan Marwah Organisasi

Keagungan marwah NU tidak hanya ditentukan oleh sejarah besarnya, tetapi oleh kualitas kepemimpinan hari ini dan masa depan. Ketika publik sudah mulai meragukan efektivitas pengurus pusatnya , ketika issue tidak sedap merebak dimana mana, maka risiko terbesar adalah hilangnya kepercayaan umat.

Muktamar yang bermartabat akan menjadi momentum untuk:

  1. Mengoreksi arah organisasi
  2. Memperbarui mandat kepemimpinan
  3. Menegaskan kembali posisi NU di tengah dinamika bangsa
  4. Mengembalikan kepercayaan masyarakat

Tanpa itu, NU berpotensi berjalan limbung tanpa kompas yang jelas.

Momentum Menyelamatkan NU

Seruan untuk segera melaksanakan Muktamar NU bukanlah bentuk perlawanan kepada kepengurusan yang ada, melainkan panggilan untuk melakukan penyelamatan. Ini bukan soal siapa yang memimpin, tetapi bagaimana NU tetap relevan, kuat, dan dipercaya oleh umat.

Penutup: Bermartabat dalam Mengoreksi Diri

Organisasi besar tidak akan runtuh karena kritik, tetapi karena menolak untuk dikoreksi. PBNU memiliki kesempatan untuk menunjukkan kedewasaan itu: membuka ruang evaluasi melalui muktamar yang sah, transparan, dan bermartabat.

Jika kepemimpinan hari ini memang masih kuat, muktamar akan mengukuhkannya. Namun jika tidak, maka muktamar adalah jalan terhormat untuk melakukan perubahan dan perbaikan dari dalam.

NU terlalu besar untuk dipertaruhkan oleh ketidakjelasan. Sudah saatnya kita segera kembali kepada mekanisme tertinggi: Muktamar!

*) Dr. H. Ahmad Fahrur Rozi merupakan Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang Malang

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

Gol Dianulir VAR dan Gagal Eksekusi Pinalti, Persik Kediri Harus Puas Berbagi Poin dengan Persijap Jepara

Baca Selanjutnya

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

Tags:

opini Muktamar NU Ahmad Fahrur Rozi

Berita lainnya oleh Mustopa

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

13 April 2026 21:26

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

11 April 2026 13:38

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

10 April 2026 22:10

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

10 April 2026 18:49

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

8 April 2026 00:00

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

7 April 2026 08:00

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar