KETIK, HALMAHERA SELATAN – Pergantian Kepala Desa Sawadai, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, memantik penolakan dari sejumlah warga. Namun di tengah gelombang protes itu, sikap berbeda justru datang dari Muhlis Ali Hi. Kadir, kepala desa yang dicopot dari jabatannya.

Alih-alih berdiri bersama massa mempertahankan kedudukannya, Muhlis justru turun tangan mencegah warga menggelar demonstrasi di depan kantor desa. Ia meminta masyarakat menghentikan aksi dan menerima keputusan pemerintah daerah yang menunjuk pejabat kepala desa sebagai penggantinya.

Warga sebelumnya memprotes pencopotan Muhlis dan menolak kehadiran pejabat kepala desa. Mereka meminta agar Muhlis segera dikembalikan untuk memimpin Desa Sawadai.

Di tengah situasi tersebut, Muhlis memilih mengambil posisi yang berbeda dari tuntutan pendukungnya. Ia berusaha meredam reaksi warga sekaligus menjelaskan bahwa pergantian pimpinan desa merupakan kewenangan pemerintah daerah yang harus dihormati.

Menempatkan kepentingan pemerintahan di atas persoalan kedudukannya, Muhlis menegaskan dirinya tidak ingin keputusan tersebut menjadi pemicu ketegangan di tengah masyarakat.

Baca Juga:
DPM-PTSP Rekam 1.928 Izin, Digitalisasi Jadi Katalis Ekosistem Investasi Halmahera Selatan

“Pencopotan saya sebagai kepala desa merupakan hak Bupati. Saya sangat menghargai keputusan itu dan saya meminta masyarakat juga menghargai keputusan Bupati,” kata Muhlis di hadapan para warga yang menggelar aksi di depan kantor desa Kamis 1 Oktober 2026.

Bagi Muhlis, kehilangan jabatan tidak harus direspons dengan perlawanan. Ia melihat peristiwa tersebut sebagai bagian dari dinamika yang harus dihadapi seseorang ketika menerima tanggung jawab memimpin masyarakat.

Memaknai pergantian kepemimpinan sebagai ruang evaluasi diri, ia memilih melihat keputusan tersebut dari sisi pembelajaran selama menjalankan pemerintahan desa.

“Bagi saya, pencopotan ini adalah hal yang wajar. Ini merupakan ujian bagi saya sebagai seorang pemimpin di desa dan harus saya hadapi dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga:
DPM-PTSP Halsel Petakan PBG, Nasir Koda Perluas Basis Retribusi dengan Pendekatan Spasial

Muhlis juga menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, atas munculnya aksi penolakan warga. Ia menegaskan tidak mengetahui sebelumnya mengenai rencana masyarakat melakukan protes atas pergantian tersebut.

Untuk meluruskan kemungkinan munculnya anggapan bahwa gerakan warga berkaitan dengan dirinya, Muhlis memastikan aksi tersebut bukan atas arahan maupun sepengetahuannya.

“Saya memohon maaf kepada Bupati Halmahera Selatan atas protes yang dilakukan warga. Saya tidak tahu-menahu mengenai rencana aksi tersebut. Karena itu, saya meminta masyarakat tidak lagi melakukan aksi dan menerima pejabat kepala desa yang telah ditunjuk,” jelasnya.

Sikap itu kemudian ia sampaikan langsung kepada warga yang hendak melakukan aksi. Muhlis meminta masyarakat tetap menjaga ketertiban serta memberikan ruang kepada pejabat yang ditunjuk untuk menjalankan roda pemerintahan Desa Sawadai.

Ia juga berharap pergantian kepemimpinan tidak membuat hubungan sosial di desa terganggu. Menurutnya, pelayanan pemerintahan dan kepentingan masyarakat harus tetap berjalan meskipun terjadi perubahan pada pucuk pimpinan desa.

Di balik pencopotannya, Muhlis memilih menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan introspeksi. Pengalaman selama memimpin Sawadai, termasuk berakhirnya masa kepemimpinannya melalui keputusan pemerintah daerah, menurut dia dapat menjadi pelajaran untuk memperbaiki diri.

Membawa pengalaman pribadinya menjadi pesan yang lebih luas, Muhlis mengingatkan para kepala desa di Halmahera Selatan agar menjalankan tanggung jawab secara tertib dan menjaga kepercayaan masyarakat.

“Saya berharap ini menjadi pelajaran bagi saya agar ke depan menjadi pribadi yang lebih baik. Ini juga menjadi pelajaran bagi teman-teman kepala desa di seluruh Halmahera Selatan agar tetap tertib dalam menjalankan amanah masyarakat di desa masing-masing,” tuturnya.

Muhlis menegaskan dirinya menerima pergantian tersebut dan meminta masyarakat Sawadai melakukan hal yang sama. Ia berharap warga menghormati pejabat kepala desa yang ditunjuk serta tetap menjaga ketertiban agar pelayanan pemerintahan di Desa Sawadai dapat berjalan sebagaimana mestinya.