KETIK, BLITAR – Ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memadati Lapangan Terbuka BUMDes Kreasi, Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Sabtu 11 Juli 2026. Mereka datang bukan hanya dari Kabupaten Blitar, tetapi juga dari Madiun, Ponorogo, Tulungagung, Kediri, Trenggalek, hingga sejumlah daerah lain untuk menghadiri tasyakuran pengesahan warga baru PSHT Cabang Kabupaten Blitar.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu menjadi ungkapan rasa syukur atas pengesahan warga baru yang sebelumnya telah mengikuti prosesi pengesahan di Aula Kantor Bupati Blitar Lama. Di balik kemeriahan acara, tasyakuran juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguat ikatan persaudaraan antarsesama warga PSHT.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum PSHT Kang Mas Taufik, Ketua PSHT Cabang Kabupaten Blitar, Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono atau yang akrab disapa Kang Mas Bagas, mengatakan bahwa seluruh warga PSHT memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri organisasi.
Seluruh warga, lanjut Bagas, juga diharapkan terus memperkokoh soliditas organisasi serta menjaga persatuan di setiap tingkatan, sehingga PSHT tetap menjadi organisasi yang membawa manfaat bagi masyarakat.
“Nilai kesetiaan dan persaudaraan adalah fondasi utama yang tidak boleh luntur dalam kehidupan warga PSHT. Kita harus terus menjiwai ajaran para pendiri dan tetap rendah hati dengan jiwa persaudaraan,” ujar Kang Mas Bagas.
Baca Juga:
Kirab Budaya Nusantara Wonorejo Blitar Sedot Ribuan Penonton, Bersih Desa Jadi Panggung Pelestarian Budaya dan Penggerak UMKMMenurutnya, PSHT bukan sekadar organisasi pencak silat, melainkan wadah pembentukan karakter yang mengajarkan anggotanya menjadi manusia berbudi luhur, menjunjung tinggi hati nurani, serta menghormati sesama.
Karena itu, ia mengajak seluruh warga PSHT, khususnya di Rayon BUMDes Kreasi dan Ranting Kanigoro, untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kekompakan, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Kita diajarkan untuk selalu setia pada hati nurani, diajarkan untuk legawa sehingga mampu menjadi manusia yang berbudi luhur,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Mas Bagas juga menepis berbagai stigma negatif yang kerap dilekatkan kepada organisasi pencak silat. Ia menegaskan bahwa PSHT berdiri di atas nilai persaudaraan, kedisiplinan, dan pembentukan akhlak, bukan tindakan yang bertentangan dengan hukum.
Baca Juga:
Tim Jibom Brimob Musnahkan Mortir Temuan Warga di Kali Lahar Blitar, Polisi Pastikan Lokasi AmanIa berharap seluruh warga baru mampu mengimplementasikan ajaran PSHT dalam kehidupan sehari-hari, menjaga nama baik organisasi, serta menjadikan ikatan persaudaraan sebagai bekal sepanjang hayat.
“Semoga warga baru mampu mengamalkan ajaran PSHT dengan sebaik-baiknya, tetap rendah hati, dan menjaga marwah organisasi. Persaudaraan ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk seumur hidup,” tuturnya.
Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara, aparat kepolisian, TNI, serta seluruh pihak yang telah membantu pengamanan sehingga rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Suasana hangat semakin terasa ketika panggung hiburan rakyat mulai digelar. Penampilan penyanyi Rindi Safira yang membawakan lagu andalannya, Mekar, sukses menghibur ribuan peserta yang hadir.
Menariknya, warga PSHT dari berbagai daerah tampak larut dalam suasana kebersamaan. Warga yang membawa atribut bertuliskan PSHT Punjer Madiun berjoget bersama korlap dari Tulungagung, warga Kabupaten Blitar, hingga peserta dari daerah lain tanpa sekat.
Pemandangan tersebut menjadi simbol eratnya ikatan persaudaraan yang terus dijaga di lingkungan PSHT. Perbedaan asal daerah melebur dalam satu semangat persatuan, sejalan dengan ajaran organisasi yang menjunjung tinggi nilai kesetiaan, kebersamaan, dan persaudaraan.
Melalui momentum tasyakuran ini, PSHT Cabang Kabupaten Blitar berharap semangat Memayu Hayuning Bawono tidak hanya menjadi semboyan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Organisasi ini berkomitmen terus melahirkan warga yang berbudi pekerti luhur, menjunjung nilai kemanusiaan, serta memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan daerah.