KETIK, MALANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya resmi meluncurkan program strategis bertajuk Asta Bakti pada Sabtu, 2 Mei 2026 sebagai langkah nyata mengawal pembangunan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan wilayah sekitarnya.
Program ini berfokus pada pembentukan human capital yang juga meliputi ekonomi sirkular, sosial-budaya, serta ketahanan pangan dan energi. Dengan melibatkan mitra strategis, Dekan FISIP UB, Ahmad Imron Rozuli, SE., M.Si., menyampaikan program ini bertujuan menyelaraskan pembangunan dari tingkat nasional, provinsi, hingga Malang Raya.
"Asta Bakti ada delapan program. Yang paling penting sebetulnya adalah bagaimana kita mendorong human capital, pembangunan manusianya, terutama di area Bromo Tengger Semeru plus kawasan Arjuna bawah," ujar Ahmad Imron.
Ia berharap gagasan ini dapat diproyeksikan sebagai contoh atau piloting dalam pengembangan kawasan berkelanjutan. Dalam implementasinya, program ini akan dimulai di kawasan Bromo Tengger Semeru.
"Kalau ini bisa menjadi embrio, saya kira bisa menjadi piloting. Contoh bagaimana pengembangan kawasan itu bisa mendorong kemajuan kesejahteraan masyarakat sekaligus pelestarian lingkungan atau sustainability. SDGs dalam konteks 16 goals menjadi pilar yang penting bagi kami," imbuhnya.
Dalam program ini, FISIP UB juga ingin mendampingi warga lokal Bromo Tengger Semeru untuk mendorong pengembangan kawasan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
"Bagaimana pengembangan kawasan itu kira-kira bisa mendorong kemajuan kesejahteraan masyarakat, kemudian juga pelestarian lingkungan, dan juga sustainability," jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa melalui Asta Bakti, FISIP UB berkomitmen untuk tidak lagi menjadi "menara gading" yang hanya bergulat pada ranah akademik teoritis. Dengan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, UB diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
"Perguruan tinggi hari ini tidak bisa berdiri sendiri sebagai menara gading, tetapi harus mengawal bagaimana masyarakat itu bertumbuh. Kami ingin mendorong capaian Tridharma menjadi sesuatu yang berdampak dan implementatif, bukan lagi sekadar berdebat di dalam arena internal," tegasnya.
Program ini tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga diharapkan menjadi gagasan yang berdampak nyata bagi masyarakat Indonesia.
Tidak hanya mahasiswa yang terlibat, para dosen juga akan turun langsung memandu proses di lapangan, dengan kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya yang berkualitas.
Sebagai perguruan tinggi, UB tidak hanya hadir sebagai institusi akademik, tetapi juga berperan aktif dalam mengawal pertumbuhan dan perkembangan masyarakat. Sebagai kampus yang diminati banyak pelajar, UB berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial.
Dengan mengusung semangat gerakan bersama dan kolaborasi, program Asta Bakti diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal sekaligus menjaga ekosistem kawasan konservasi di Jawa Timur. (*)
