KETIK, PROBOLINGGO – Lanskap pendidikan Indonesia di era digital menuntut transformasi yang tidak sekadar kosmetik. Menjawab tantangan tersebut, Seminar Pendidikan Nasional dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Mahasiswa Manajemen Pendidikan Seluruh Indonesia (IMMAPSI) Pusat 2026 sukses menyita perhatian publik.

Mengusung tema besar “Revitalisasi Pendidikan di Era Digital untuk Membangun Generasi Adaptif dan Berintegritas melalui Penguatan Semangat Kaderisasi,” forum strategis ini digelar di Auditorium 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Sabtu (23/05/2026). Acara ini berhasil mempertemukan ide-ide segar dari para tokoh pendidikan, akademisi, hingga pemangku kebijakan.

Hadir sebagai pembicara utama, Rektor Universitas Achmad Siddiq (UAI) Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., melontarkan gagasan pemantik yang memukau peserta. Ia menegaskan bahwa revitalisasi pendidikan tidak boleh terjebak menjadi jargon usang di atas kertas. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan lompatan besar melalui tiga tahapan struktural.

"Untuk mencapai revitalisasi pendidikan, terdapat tiga tahap yang harus dilakukan, yaitu rekonstruksi dalam aspek pemikiran, reformulasi dalam kurikulum, dan reaktualisasi nilai-nilai yang menjadi ruh pendidikan itu sendiri," urai Prof. Hepni secara lugas di hadapan ratusan peserta.

Menurutnya, perubahan harus dimulai dari cara pandang (mindset), yang kemudian diturunkan ke dalam kurikulum yang adaptif, dan dihidupkan kembali melalui nilai-nilai karakter di lingkungan institusi pendidikan.

Baca Juga:
Gelorakan Jiwa Kepanduan, Ratusan Santri Nurul Jadid Paiton Ikuti Perkemahan OSKAR 2026 di Candi Jabung

Di sisi lain, semangat pembaruan juga ditiupkan oleh internal organisasi. Ketua Umum Terpilih IMMAPSI Pusat, Moh. Rofik, dalam pidatonya membawa angin segar bagi budaya organisasi. Ia menyatakan komitmennya untuk membangun kepengurusan yang inklusif, progresif, dan tidak antikritik.

"Kami siap dievaluasi dan dikritik sebagai pengurus. Kritik dan masukan adalah energi untuk terus berbenah dan memastikan IMMAPSI tetap menjadi wadah kaderisasi yang relevan dengan tantangan zaman," tegas Rofik, memicu riuh tepuk tangan peserta.

Diselenggaraan di lingkungan pesantren, seminar ini menjadi momentum krusial bagi para mahasiswa dan kader santri. Forum ini berhasil menyadarkan peserta bahwa menguasai teknologi digital adalah keharusan, namun menjaga integritas dan moralitas adalah kepastian.

Antusiasme tinggi terlihat sepanjang acara, di mana peserta yang datang dari berbagai penjuru daerah di Indonesia aktif merumuskan langkah konkret demi menjawab tantangan pendidikan nasional. Melalui penguatan instrumen kaderisasi, IMMAPSI optimistis mampu mencetak generasi masa depan yang tidak hanya cerdas digital, tetapi juga kokoh secara karakter. (*)

Baca Juga:
Buka Perkemahan OSKAR 2026, Ning Din Ajak Santri Putri Nurul Jadid Probolinggo Perkuat Kemandirian