Pupuk Subsidi Langka, Petani di Pacitan Beralih ke Kotoran Kambing

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Naufal Ardiansyah

24 Feb 2024 01:08

Headline

Thumbnail Pupuk Subsidi Langka, Petani di Pacitan Beralih ke Kotoran Kambing
Petani Suwito tengah menabur pupuk kotoran kambing ke rumput hingga tanaman miliknya yang berada di Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Kelangkaan pupuk subsidi di Pacitan, Jawa Timur, membuat para petani gusar. Pasalnya, pupuk dinilai sangat penting untuk memacu pertumbuhan tanaman.

Namun, hal ini membuat salah satu petani di Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung, bernama Suwito tak kehabisan akal. Ia beralih menggunakan alternatif lain, yakni kotoran kambing.

"Ketimbang ngeyel minta tambahan, mending beli srintil (kotoran kambing)," ujar Suwito kepada ketik.co.id, Sabtu (24/2/2024).

Suwito mengatakan bahwa pupuk subsidi sudah langka sejak beberapa bulan terakhir. Terlebih jatah satu sak yang didapatkannya di kios pupuk setempat, dirasa jauh dari kata cukup.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

"Tidak tahu sebabnya apa. Pupuk subsidi di sini sudah langka beberapa bulan ini," ungkapnya singkat sambil memupuk tanaman.

Foto Suwito dengan tlaten menabur pupuk ke tanaman sayur, sebelum beralih ke lahan persawahan miliknya. (Foto: Al Ahmadi/ketik.co.id)Suwito dengan tlaten menabur pupuk ke tanaman sayur, sebelum beralih ke lahan persawahan miliknya. (Foto: Al Ahmadi/ketik.co.id)

Sebagai solusi, ayah dua anak itu menggunakan kotoran kambing untuk menyuburkan tanamannya. Ia membeli kotoran kambing seharga Rp140 ribu per lima sak ukuran 25 kilo.

"Kalau punya ternak, ya ngga perlu beli," sambung Wito sapaan akrabnya.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Menurutnya, kotoran kambing merupakan pupuk organik yang kaya akan unsur hara dan dapat membantu pertumbuhan tanaman. Meskipun cenderung lebih signifikan pupuk non-organik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman.

"Kotoran kambing ini saya gunakan sebagai pupuk organik. Harganya juga lebih murah, dan tentunya mudah didapat," terangnya

Ia mengaku, penggunaan kotoran kambing sebagai pupuk tetap dapat memberikan hasil yang cukup memuaskan. Ternyata, tanaman miliknya juga tumbuh subur dan hasil panennya kurang lebih serupa.

"Alhamdulillah, kalau tanaman tetep tumbuh subur setelah menggunakan pupuk kandang. Hasil panen kurang lebih sama," ungkapnya.

Bahan pupuk organik alternatif ini, berlaku juga bagi kotoran hewan ternak lainnya, seperti sapi, ayam hingga kelinci. Namun, petani tetap berharap, terkait adanya kelangkaan pupuk subsidi yang perlu segera diatasi oleh pihak terkait.

"Ya harapannya stok dapat segera ada, sehingga petani dapat kembali menggunakan pupuk sesuai dengan kebutuhan," pungkas Petani asal Kecamatan Kebonagung, Suwito. (*)

Baca Sebelumnya

Lanjutan OTT Sidoarjo, KPK Tahan Kepala Badan Pajak Sidoarjo dan Terus Dalami Penyidikan

Baca Selanjutnya

Akses Pupuk Subsidi di Pacitan Dipersulit, Petani: Ada Permainan Mafia

Tags:

Pupuk Subsidi pacitan Petani Pacitan suwito Pupuk subsidi langka Pupuk langka

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar