Prabowo Sebut Pengkritik Pemerintah Memiliki Kesehatan Jiwa yang Aneh

Editor: Muhammad Faizin

8 Jan 2026 07:10

Headline

Thumbnail Prabowo Sebut Pengkritik Pemerintah Memiliki Kesehatan Jiwa yang Aneh
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu, 7 Januari 2026. (tangkapan layar BPMI)

KETIK, KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan pernyataan bernada negatif terhadap masyarakat yang mengkritik pemerintahannya. Kali ini, Prabowo menyebut para pengkritik sebagai pihak yang memiliki “kesehatan jiwa yang aneh” dan hanya pandai mencela tanpa mengakui capaian bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu, 7 Januari 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung keberadaan sejumlah elite dan kelompok masyarakat yang menurutnya gemar mengejek, menghujat, serta menyebarkan fitnah terhadap pemerintah. Ia menyebut kelompok tersebut selalu memandang negatif setiap keberhasilan yang dicapai Indonesia.

“Ada elit kita yang kerjanya hanya ngejek, hujat, fitnah, nyinyir. Tidak ada keberhasilan bangsa Indonesia di mata mereka,” ujar Prabowo.

Baca Juga:
Prabowo Ucapkan Selamat Dharma Santi 2026, Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan

Prabowo bahkan mempertanyakan kondisi psikologis para pengkritik tersebut. Ia menyebut kritik yang terus disampaikan, termasuk melalui media sosial, sebagai sesuatu yang tidak wajar dan tidak berdasar.

“Aneh, kesehatan jiwa mereka itu agak aneh. Saya sendiri bingung,” kata Prabowo, disambut tepuk tangan sebagian hadirin.

Pernyataan tersebut menambah daftar respons keras Presiden terhadap kritik publik sejak awal masa pemerintahannya. Alih-alih menanggapi substansi kritik, Prabowo justru mengaitkannya dengan motif tersembunyi dan kemungkinan adanya kepentingan tertentu di balik suara-suara kritis tersebut.

Prabowo kemudian melanjutkan pidatonya dengan menyampaikan klaim bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan nasional dalam komoditas beras. 

Baca Juga:
Prabowo Puji Satgas PKH Selamatkan Aset Hutan Rp370 Triliun, Setara 10% APBN

Capaian ini, menurut Prabowo merupakan bukti konkret kinerja pemerintah yang, menurutnya, tidak bisa dibantah. Ia menyebut keberhasilan tersebut sebagai tonggak penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Prabowo juga memberikan pujian kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan jajarannya, bahkan menyatakan akan menganugerahkan Bintang Jasa Utama atas kontribusi mereka dalam sektor pangan. Ia menilai keberhasilan tersebut telah mengamankan masa depan bangsa.

“Saudara Amran ini pengusaha yang sukses. Tapi beliau berkorban untuk jadi menteri. Beliau ini mungkin tidur hanya 3-4 jam. Saya kadang-kadang merasa prihatin tapi saya dalam hati juga bangga,” ungkap Prabowo.

Selain beras, Prabowo menyatakan pemerintah menargetkan swasembada jagung dalam waktu dekat. Ia menjanjikan harga pakan ternak dan pupuk akan terus ditekan agar lebih terjangkau bagi petani dan peternak, dengan dukungan lintas kementerian serta aparat keamanan. (*)

Baca Sebelumnya

Papan Proyek PUPR Jombang Tak Sinkron, Pekerjaan TPT di Bedahlawak Dipertanyakan

Baca Selanjutnya

BMKG: Cuaca Kota Bandung, 8 Januari 2026 Diprakirakan Berawan, Makassar hujan ringan

Tags:

Presiden prabowo swasembada pangan Menteri Pertanian Amran Sulaiman Kritik pemerintah Oposisi

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

19 April 2026 09:40

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

19 April 2026 09:20

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

19 April 2026 09:00

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

19 April 2026 08:40

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

19 April 2026 08:00

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

Harga Plastik Naik hingga 100 Persen, Pemerintah Diminta Lindungi UMKM

19 April 2026 07:00

Harga Plastik Naik hingga 100 Persen, Pemerintah Diminta Lindungi UMKM

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda