Polri Akui Kalah Cepat dari Damkar, Janji Berbenah Layani Masyarakat

Editor: Muhammad Faizin

19 Nov 2025 09:53

Headline

Thumbnail Polri Akui Kalah Cepat dari Damkar, Janji Berbenah Layani Masyarakat
Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo (kiri) saat RDP dengan Komisi III DPR RI, Selasa (18/11/2025). (bidik layar video)

KETIK, JAKARTA – Sindiran dan tren masyarakat saat ini yang lebih memilih untuk meminta tolong kepada Pemadam Kebakaran (Damkar) daripada ke polisi, rupanya diakui secara terbuks oleh Mabes Polri.

Hal ini diungkapkan Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo dalam rapat bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan pada Selasa, 18 November 2025.

Dedi menyadari bahwa kecepatan respons polisi seringkali tertinggal dari layanan Pemadam Kebakaran (Damkar) dalam menangani laporan masyarakat. Kondisi ini memicu Polri untuk melakukan pembenahan besar terhadap sistem pelayanannya agar lebih responsif.

Dedi juga mengungkapkan bahwa waktu tanggap Polri melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) masih jauh dari standar ideal.

Baca Juga:
Respon Kasus di Tual, Ketua PMII Jatim: Lagi-lagi Polri Runtuhkan Trust Publik!

“Di bidang SPKT dalam laporan masyarakat lambatnya quick response time, quick response time standar PBB itu di bawah 10 menit, kami masih di atas 10 menit, ini juga harus kami perbaiki," kata Dedi di hadapan para anggota dewan, seperti dikutip dari Suara.com jejaring media Ketik.com. 

 Ia menegaskan, keterlambatan tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat kini lebih memilih menghubungi Damkar, termasuk untuk masalah yang tidak berkaitan dengan kebakaran.

Menyadari ketertinggalan tersebut, Polri mulai melakukan percepatan perbaikan layanan publik. Salah satu langkah yang tengah digarap adalah optimalisasi hotline 110, dengan harapan setiap laporan masyarakat dapat ditangani dalam waktu kurang dari 10 menit sehingga mengurangi keluhan atas lambatnya waktu tanggap petugas.

Tak hanya itu, Polri juga menyiapkan perubahan fundamental dalam struktur layanan. SPKT yang selama ini berfungsi administratif akan dialihfungsikan menjadi unit Pamapta, yakni perwira kesamaptaan dengan kemampuan operasional langsung di lapangan. Dengan perubahan ini, penanganan aduan masyarakat diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Baca Juga:
Aktivis JIAD: Reformasi Kepolisian Dinilai Lebih Penting dari Wacana Polri di Bawah Kemendagri

Karopenmas Polri, Brigjen Trunoyudo, menegaskan bahwa Pamapta tidak akan bekerja sekadar di balik meja. Menurutnya, perwira Pamapta akan bergerak secara operasional, turun langsung merespons setiap laporan yang masuk lewat kanal resmi Polri.

“Kritik publik dan kecenderungan masyarakat lebih memilih melapor ke Damkar justru menjadi pemicu Polri memperkuat kualitas pelayanannya,” ujar Trunoyudo.

Polri menyampaikan bahwa segala kritik tidak dianggap sebagai serangan, tetapi sebagai masukan yang membangun. Trunoyudo menuturkan bahwa institusinya terbuka terhadap saran masyarakat dan menjadikannya sebagai energi untuk terus memperbaiki mutu layanan publik. (*)

 

Baca Sebelumnya

Raperda Desa Kota Batu Digodok, Landasan Pembentukan DPMD dan Aturan Baru UU Desa 2024

Baca Selanjutnya

Jeda Kritis Bobibos: Agar Harapan Energi Anak Bangsa Tak Terancam Keropos!

Tags:

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo Reformasi Polri Damkar lebih cepat dari polisi

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar