Petani Sleman Adukan Dampak Penutupan Sementara Selokan Van Der Wijck ke DPRD DIY

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: M. Rifat

15 Okt 2024 09:08

Thumbnail Petani Sleman Adukan Dampak Penutupan Sementara Selokan Van Der Wijck ke DPRD DIY
Perwakilan anggota Aliansi Peduli Petani Sleman melakukan audensi ke DPRD DIY. Mereka meminta aliran selokan Van Der Wijck segera dibuka kembali, 14 Oktober 2024. (Foto: Dok. Narasumber for Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Untuk sementara waktu Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO) akan mematikan dua aliran kanal irigasi utama di wilayah Sleman. Yakni selokan Mataram yang akan dimatikan selama 1,5 bulan mulai Rabu 16 Oktober hingga 2 Desember 2024. Serta selokan Van Der Wijck yang telah dimatikan mulai 1 Oktober 2024 hingga 31 Oktober 2024.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan BBWS SO, Syahril dalam keterangan sebelumnya menyebutkan, penutupan kedua saluran irigasi ini dimaksudkan untuk pemeliharaan rutin. Sekaligus untuk mengecek adanya potensi kerusakan yang tidak terpantau ketika kondisinya basah.

Untuk itu, jajaran BBWS SO, sebut Syahril telah berkoordinasi dengan instansi terkait. Terutama pada wilayah yang bergantung pada kedua saluran irigasi ini. Menurutnya sosialisasi ini sudah dilakukan sejak 31 Juli 2024, baik dengan Pemkab Sleman, Kulonprogo, Bantul maupun kelompok tani.

Datangi Gedung DPRD DIY

Baca Juga:
Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Namun, kebijakan tersebut ternyata menuai reaksi masyarakat. Salah satunya dari Aliansi Peduli Petani Sleman (AP2S). Pada Ketik.co.id, Selasa 15 Oktober 2024, Korlap Aliansi Peduli Petani Sleman, Sutrisno mengatakan pihaknya, Senin 14 Oktober 2024 telah melakukan audensi dengan DPRD DIY.

Menurut Sutrisno, Aliansi Peduli Petani Sleman (AP2S) merupakan gabungan para petani Sleman yang terdampak penutupan selokan Van Der Wijck.

"Saat ini kami para petani, kesulitan air akibat penutupan selokan Van der Wijck. Yakni penutupan selama sebulan penuh pada tiga tahun terakhir (setiap bulan Oktober) dan penutupan rutin setiap Selasa, pada minggu ke-2 dan minggu ke-4," ungkapnya.

Ia paparkan dampak ditutup atau matikannya aliran selokan tadi mengakibatkan lahan pertanian menjadi kering, kegiatan petani terganggu, hasil produksi (panenan) menurun, petani tanaman pangan, Hortikultura dan petani ikan dirugikan. Serta kebutuhan air Rumah Tangga terganggu.

Baca Juga:
Sowan ke Sri Sultan HB X, Danrem 072/Pamungkas Bicara Ketahanan Nasional dan Budaya Yogyakarta

Lebih lanjut ia katakan, kehadiran 50 orang dari Aliansi Peduli Petani Sleman ke DPRD DIY untuk memastikan para petani di Sleman mendapatkan jaminan pengairan lahan pertanian yang memadai agar dapat melakukan kegiatan bertani secara berkelanjutan.

Ia sampaikan pula, bagi petani tanaman pangan (padi) penutupan selokan selama sebulan tersebut mengakibatkan sekurang-kurangnya satu musim/masa tanam hangus.

Foto Kondisi selokan Mataram saat aliran airnya dimatikan sementara pada pertengahan bulan Oktober tahun 2023 lalu. (Foto: Fajar Rianto/Ketik.co.id)Kondisi selokan Mataram saat aliran airnya dimatikan sementara pada pertengahan bulan Oktober tahun 2023 lalu. (Foto: Fajar Rianto/Ketik.co.id)

"Kalau di hitung secara nominal kerugian satu masa tanam, minimal Rp20 Juta/hektar. Jika luasan lahan terdampak 1.500 hektar, maka jika dihitung total kerugian sebesar Rp30 miliar," terangnya.

Sedangkan bagi petani hortikultura dampaknya mengakibatkan satu siklus tanam (cabai) terganggu. Jika di rata-rata kerugian akibat terganggunya satu siklus tanam (cabai), Rp200 Juta/hektar.

Sementara bagi petani ikan mengakibatlan sekurang-kurangnya satu siklus budidaya ikan tertunda, dengan estimasi kerugian sekitar Rp180 Juta/1.000 kg ikan Nila konsumsi.

Masih menurut Sutrisno, itu belum dampak lainnya. Untuk itu pihaknya meminta aliran selokan Van Der Wijck segera dibuka.

Pasca audensi tersebut, pimpinan sementara DPRD DIY, Nuryadi pada Selasa, 15 Oktober 2024 mengundang Aliansi Peduli Petani Sleman untuk hadir ke ruang Banggar Lantai 2 DPRD DIY.

Undangan ini sebagai tindak lanjut audiensi sebelumnya terkait pengaduan atas dampak penutupan Selokan Van Der Wijck terhadap keberlangsungan kegiatan pertanian di lahan pertanian Kabupaten Sleman.

Tercatat 77 pihak terkait diundang dalam kesempatan ini. Termasuk BBWS SO, sejumlah OPD baik tingkat I maupun tingkat II, para Kapolsek, Panewu, Lurah, Kelompok petani ikan, Gapoktan dan sebagainya.

Wilayah Terdampak

Perlu diketahui, menilik sejarahnya, Irigasi Van der Wicjk dibangun oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda bersamaan dengan pembuatan Bendungan Karang Talun kisaran tahun 1909. Adapun pembagian kanal/selokan Mataram dengan irigasi Van der Wijck berada 400 meter dari pintu keluar terowongan Bligo.

Karena merupakan pembagian dengan selokan Mataram serta memiliki hulu yang sama dengan selokan Mataram yakni sungai Progo, maka irigasi Van der Wijck juga sering disebut selokan Mataram II. Kanal irigasi sepanjang sekitar 17 km ini mengaliri wilayah Kapanewon Minggir dan Moyudan, Sleman.

Sedangkan selokan Mataram dibangun mulai 1942 dan selesai 1944. Kanal irigasi ini menghubungkan sungai Progo di sebelah barat dan sungai Opak di sebelah timur. Keberadaan selokan Mataram membelah wilayah DI Yogyakarta melintasi Sleman paling barat hingga Sleman ujung timur.

Bagian barat mengaliri daerah Kapanewon Moyudan, Minggir, Seyegan, Mlati dan bagian Sleman Utara kecuali Tempel, Pakem, Turi, dan Ngaglik. Bagian utara mengaliri Desa Margokaton dan sekitarnya.

Melalui pembagian selokan Mataram dengan irigasi Van Der Wijck untuk bagian selatan mengaliri Kabupaten Bantul dan sekitarnya. Sedangkan bagian timur mengaliri wilayah Prambanan, Kalasan dan sekitarnya. (*)

Baca Sebelumnya

Polres Sampang Gelar Operasi Zebra Semeru 2024, Ini Sasarannya

Baca Selanjutnya

Geber Operasi Semeru 2024, Polresta Sidoarjo Ciptakan Kamtibmas dan Dukung Pelantikan Presiden Terpilih

Tags:

Selokan Mataram Selokan Van Der Wijck Audensi DPRD DIY Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Aliansi Peduli Petani Sleman Pemkab Sleman Pemkab Bantul Pemda DIY

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

15 April 2026 14:31

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

15 April 2026 12:27

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar