Petani Pacitan Usung Konsep Green House untuk Tanam Cabai di Luar Musim

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Mustopa

29 Nov 2023 11:33

Thumbnail Petani Pacitan Usung Konsep Green House untuk Tanam Cabai di Luar Musim
Yellow trap buatkan Didik, untuk menangkal hama lalat buah pengrusak tanaman. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Petani di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mulai melirik konsep green house untuk budidaya cabai di luar musim. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi harga cabai yang kerap fluktuatif, terutama pada musim penghujan.

Seperti yang dilakukan Didik Setyo Prabowo, petani cabai asal Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung, yang memanfaatkan green house untuk budidaya cabai. Berkat penggunaan green house, jadwal tanam cabai Didik tidak lagi terpatok dengan musim.

"Sebelumnya, kalau bertani di sawah selalu mengikuti tren harga pasar. Namun, setelah menggunakan green house, lebih bisa leluasa memperkirakan kebutuhan pasar, untuk menyiapkan apa yang bakal ditanam," kata Didik.

Menurutnya, sistem green house dapat memberikan peluang harga meningkat hingga dua kali lipat.

Baca Juga:
Ketua DPRD Pacitan Apresiasi Anak Muda yang Serius Garap Pertanian Modern

Selain peluang pasar anti-mainstream, budidaya cabai di green house juga dapat menghemat biaya produksi. Tanaman cabai yang aman dari hama dan penyakit, pun tidak memerlukan air yang banyak.

"Lebih mudah mengelolanya, biaya produksi bisa berkurang hingga 50 persen karena tidak perlu menyewa mesin pompa untuk irigasi," jelas Didik.

Ia mengaku, tanaman cabai yang ditanamnya saat ini disiapkannya untuk menyongsong Hari Raya Idul Fitri tahun 2024 mendatang.

"Kan kalau cabai siap panen membutuhkan waktu sekitar 4 bulan makanya menanam cabai. Ya, untuk mencari peluang harga tinggi di hari raya idul fitri nanti," ujar Didik.

Baca Juga:
‎Pondok Green House di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta  ‎

Sukses Merintis Usaha Pertanian Green House dari Nol

Foto Cabai yang ditanam Didik Setyo Prabowo warga Kebonagung, Pacitan menggunakan konsep green house. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)Cabai yang ditanam Didik Setyo Prabowo warga Kebonagung, Pacitan menggunakan konsep green house. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

Berkat ketekunannya, Didik sukses merintis usaha pertanian dengan sistem Green House mulai dari nol. Memanfaatkan lahan kosong samping rumah, seluas 8 x 16 meter, Didik pun secara bertahap mulai menggarap tanah dengan menanam berbagai sayuran dan buah-buahan.

Tanah yang semula tidak produktif, kini berubah menjadi lahan pertanian yang subur. 

"Membuat green housenya saya bertahap mulai beli rangka pipa, insektnet, plastik UV, dan itu tidak sekaligus, nunggu uangnya longgar juga. Kalau total sekitar Rp9 jutaan untuk semuanya," papar Didik

Meski demikian, usaha yang ia rintis pun ternyata tidak selalu berjalan mulus. Tanama cabainya diserang hama hingga gagal panen. Hal itu justru membuatnya bersemangat untuk terus mencoba. 

"Dulu itu green house saya tutup semuanya dengan plastik, jadi malah ungkep (minim udara), akibatnya tanaman banyak yang mati," ujar Didik.

Kini, usaha yang dirintis mantan TKI tersebut nampak kian membaik. Hasil panennya pun sudah bisa menutupi kebutuhan hidup keluarga. 

"Alhamdulillah pas panen pertama dulu, saya sedekahkan ke tetangga. Dulu nanam tanaman timun baby," ungkap Didik.

Dengan sistem green house, produktivitas tanaman meningkat dan bisa tumbuh sepanjang tahun secara berkesinambungan tanpa banyak dipengaruhi oleh musim. Kualitas hasil tanam jelas lebih terjamin dan penggunaan pupuk maupun pengairan juga dinilai lebih efisien.

"Jadikan kalau green house tanaman aman dari air hujan. Untuk pupuk tidak merembes ke area lain, jadi bakal lebih efisien," terang Didik.

Ke depan, ia akan mengembangkan produksi usaha hasil pertanian hingga merambah supermarket dan restoran. Dengan menjaga kualitas sehingga mampu bersaing di tengah pasar global. 

Sebagai informasi, green house merupakan sebuah bangunan konstruksi yang berfungsi untuk menghindari dan memanipulasi kondisi lingkungan agar tercipta situasi lahan yang dikehendaki oleh pemelihara tanaman. 

Biasanya, green house berbentuk seperti rumah yang ditutup dengan plastik UV maupun insektanet sebagai atap dan tembok, untuk menjaga kondisi tanaman dari air hujan langsung, maupun serangga.(*)

Baca Sebelumnya

Adujak Genre Jabar 2023 Dorong Remaja Terlibat Aktif dalam Pembangunan

Baca Selanjutnya

Mario Aji Selesaikan 80 Lap di Tes Moto2 Perdananya di Valencia

Tags:

Green House Petani Green House di Pacitan Didik Setyo Prabowo Off Season Petani di Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H