Diskusi tentang generasi muda saat ini sangatlah dinamis dan menarik untuk terus digali potensi dan keunikannya. Bagaimana tidak, belum lama bergeser kajian tentang generasi ke generasi kini dikuatkan lagi dengan fenomena struktur demografi penduduk yang hampir seperlima populasinya adalah generasi muda yang biasa dikenal sebagai generasi Z/Gen Z. 

Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia menyebutkan perubahan kenaikan jumlah penduduk pada tahun 2010 dari 237,64 juta meningkat menjadi 284,67 juta di tahun 2025. Fenomena ini tentunya menjadi pola perubahan yang terus bertumbuh dan berjalan dengan komposisi usia berubah sehingga terjadi banyak pergeseran termasuk pola aktivitas generasi muda.

Dari data tersebut menunjukan sekitar 24,93% total penduduk adalah Gen Z, di urutan berikutnya generasi Milenial sebanyak 24,34% serta generasi Alpha dan Beta sekitar 19,65% (data sumber BPS sensus penduduk tahun 2025). Sebuah dinamika baru dimana jumlah usia produktif meningkat dan di sisi lain pentingnya perubahan dalam membangun kualitas generasi muda menjadi tugas bersama.

Pentingnya pengembangan kualitas bagi generasi muda dalam menghadapi gejolak sosial di masyarakat menjadi fokus kesiapan generasi muda tentang kualitas diri dan aktualisasi dirinya. Salah satu penguatannya yakni dengan membangun personal branding yang dimulai dari pengembangan kualitas diri seperti kompetensi sampai penguatan karakter generasi. 

Di era digital saat ini, personal branding bukan lagi menjadi suatu pilihan melainkan kebutuhan bagi pengembangan kualitas generasi muda. Mengapa demikian? Generasi muda yang ingin berkembang, dikenal, dan memiliki kesempatan lebih besar serta jangkauan akses lebih luas di dunia kerja maupun dalam lingkup relasi harus mampu membangun citra diri yang kuat. 

Baca Juga:
MBG sebagai Mesin Domestic Demand Baru Indonesia

Salah satu ruang publik yang mampu mengenalkan generasi muda yakni melalui media sosial. Media sosial mampu untuk menunjukkan kualitas diri ,kompetensi melalui keahlian, dan nilai apa yang generasi muda perjuangkan. Personal branding yang tepat bisa membuka banyak pintu kesempatan, mulai dari pengembangan karier, relasi, hingga peluang bisnis di masa depan.

Membangun personal branding yang kuat di era digital akan memudahkan generasi muda untuk dikenali, baik secara personal maupun profesional. Orang-orang bisa dengan mudah melihat keahlian, karya dan pencapaian prestasi generasi muda secara online.

Personal Branding adalah cara untuk mempromosikan diri beserta pencapaiannya dalam karier dan keahlian yang dimiliki. Lantas apa pentingnya personal branding bagi generasi muda ?. Berikut ini pentingnya personal branding yang menjadi kebutuhan bagi generasi muda dalam pengembangan kualitasnya:

1. Meningkatkan kepercayaan khususnya bagi generasi muda

Baca Juga:
Anak dalam Jerat Ekonomi: Antara Bertahan Hidup dan Kehilangan Hak

Generasi muda sangat potensial dalam menentukan langkah strategis guna meningkatkan kepercayaan orang lain kepadanya maupun sebaliknya. Contohnya adalah membangun kualitas diri, kenapa demikian, kualitas diri ini akan melekat menjadi fondasi dari semua hal yang disampaikan baik di media sosial maupun dalam aktualisasi nyata secara langsung.

Misalnya, jika tertarik di bidang tertentu, maka akan tercermin dari tampilan media sosial dimana konsisten dalam bidang yang ditekuni, kreativitas, atau hal terkait lainnya. Dengan identitas yang jelas, orang akan lebih mudah mengenali dan mengingat tentang kualitas diri. Ini juga membantu lebih profesional dan fokus dibandingkan yang belum terarah.

2. Memperkuat kredibilitas bagi generasi muda

Personal branding bukan sekedar mengenalkan kualitas diri dalam jangka waktu pendek namun akan merekam kualitas diri dari waktu ke waktu sehingga membangun kelekatan dalam media sosial dengan melihat kualitas diri dan potensi semakin membangun kredibilitas. 

Membangun komunikasi seperti diskusi sederhana tentang suatu fenomena yang ada irisannya dengan kompetensi generasi muda akan membuka ruang dalam memperluas jaringan melalui interaksi dengan orang lain yang memiliki bidang keterampilan/ minat bakat yang sama. Relasi yang kuat bisa membuka banyak peluang, mulai dari kolaborasi hingga kesempatan kerja.

3. Membangun konsistensi bagi generasi muda

Membangun konsistensi menjadi salah satu hal penting dalam personal branding. Konsistensi adalah kunci utama dalam personal branding. Melalui media sosial maka ragam karya, pengalaman, storytelling dapat secara rutin disampaikan untuk menggugah makna bersama antara orang lain dengan generasi muda.

Konsistensi ini menjadi gambaran untuk mengenal lebih dekat dari seberapa kuatnya kualitas diri yang dibangun melalui pesan, dan kualitas dalam penyampaian.  Selanjutnya, bagaimana strategi meningkatkan personal branding di era digital? Berikut beberapa hal yang dapat dipersiapkan generasi muda:

1. Tampilkan Citra Diri yang kuat sesuai portofolio

Portofolio merupakan kumpulan dokumen pribadi dari kualitas diri generasi muda seperti kompetensi, karya dan aktivitas pendukung lainnya. Bagi generasi muda portofolio merupakan deskripsi diri yang dijelaskan melalui bukti nyata aktivitas, kegiatan/ pencapaian/ prestasi dan karya lain dari generasi muda.

2. Bagikan Portofolio

Portofolio ketika dibagikan dan diketahui orang lain maka kapasitas dan keahlian akan semakin diketahui banyak orang. Hal ini kemudian dapat mendukung untuk membangun personal branding di bidang yang ditekuni sehingga semakin yakin atas pilihan bidang yang ditekuni tersebut.

3. Buat Website Pribadi

Selain itu pentingnya website yang dikelola pribadi akan sangat menunjang, Dengan website portofolio generasi muda akan terlihat jauh lebih profesional. Tidak menutup kemungkinan juga bahwa proses mencari ragam peluang kerja dan lainnya akan lebih mudah. 

4. Maksimalkan Media Sosial, bangun jaringan serta penguatan komunikasi

Pentingnya penguatan personal branding bagi generasi muda yakni dengan mencari referensi yang dapat dijadikan inspirasi dan dimulai dari figur terbaik seperti tokoh atau figur inspiratif lainnya. Dengan memahami personal branding generasi muda akan melibatkan skill, kepribadian, dan karakter yang kuat untuk mengembangkan kualitas dirinya.

*) Dr Dyah Pikanthi Diwanti, SE, MM merupakan Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakanidentitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)