Pengakuan Agus Rahardjo Soal Intervensi Jokowi Dibenarkan Alexander Marwata

Jurnalis: Muhammad Faizin
Editor: Mustopa

1 Des 2023 13:14

Thumbnail Pengakuan Agus Rahardjo Soal Intervensi Jokowi Dibenarkan Alexander Marwata
Presiden Joko Widodo.(Foto: Instagram @Jokowi)

KETIK, JAKARTA – Pengakuan Agus Rahardjo bahwa Presiden Jokowi pernah marah dan meminta KPK menghentikan penyidikan kasus korupsi E-KTP, terus memicu reaksi. Agus Rahardjo merupakan Ketua KPK 2015 – 2019. Saat Agus menjabat, KPK sedang menangani mega skandal korupsi e-KTP yang menyeret Ketua DPR saat itu, Setya Novanto.

Testimoni Agus Rahardjo itu dibenarkan oleh koleganya saat itu, Alexander Marwata.

“Ya Pak Agus pernah bercerita kejadian itu ke pimpinan,” ujar Alexander Marwata, Wakil Ketua KPK 2015 – 2019 seperti dilansir Suara.com, jaringan Ketik.co.id, Jumat (01/12/2023).

Menurut Alex, Agus menyampaikan tekanan Jokowi itu dalam rapat pimpinan KPK. Namun, para komisioner KPK sepakat untuk menolak intervensi tersebut.

Baca Juga:
Waduh! Usai KPK OTT Bupati Tulungagung Kota Malang Juga Disorot, Sinyal Bahaya?

“Ditolak. Karena sprindik sudah terbit dari KPK, tidak bisa menghentikan penyidikan,” kata Alex yang kini kembali menjabat sebagai komisioner KPK.

Apalagi saat itu KPK juga sudah mengumumkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi KTP elektronik atau E-KTP.

Seperti diberitakan sebelumnya, Agus Rahardjo dalam wawancara di Kompas TV membeber pengakuan mengejutkan.

Ia mengaku pernah dipanggil Presiden Jokowi untuk menghadap ke istana. Panggilan itu tak biasanya karena ia diminta datang sendiri tanpa didampingi empat komisioner lainnya.

Baca Juga:
Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

Agus juga mengaku heran karena ia diminta masuk istana tanpa melalui jalur yang terdapat wartawan.

“Waktu kasus e-KTP, saya dipanggil sendirian oleh Presiden. Saya heran, biasanya manggil berlima, kok ini sendirian. Dan dipanggilnya juga bukan lewat ruang wartawan. Begitu saya masuk, presiden sudah marah. Karena saya baru masuk, beliau sudah terika ‘Hentikan’” ungkap Agus dalam wawancara pada Kamis (30/11/2023).

Semula, Agus mengaku bingung dengan maksud kata ‘hentikan’ dari Jokowi. Tapi kemudian ia mafhum bahwa yang dimaksud adalah agar KPK menghentikan penyidikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Ketua DPR RI saat itu, Setya Novanto alias Setnov.

Agus mengaku langsung menolak permintaan Jokowi saat itu. Apalagi saat itu, UU KPK tidak memungkinkan lembaga ini menghentikan perkara atau mengeluarkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) ketika perkara sudah masuk ke tahap penyidikan.

Hal itu pula yang diduga menjadi penyebab adanya revisi UU KPK. Salah satu poinnya adalah memungkinkan KPK mengeluarkan SP3.

Hanya beberapa jam setelah Agus Rahardjo mengungkapkan cerita upaya intervensi Jokowi atas penanganan kasus korupsi di KPK, pihak istana langsung bereaksi. Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana menyebut, tidak ada pertemuan khusus antara Presiden Jokowi dengan Agus Rahardjo sepanjang tahun 2017. (*)

Baca Sebelumnya

Luna Syarafina, Winner Miss Hijab Jatim 2023 Ajak Masyarakat Tingkatkan Literasi

Baca Selanjutnya

Jangan Lewatkan! Bank Jatim Buka Lowongan Kerja untuk Posisi Account Officer

Tags:

KPK Jokowi intervensi penanganan kasus Alexander Marwata Setnov Setya Novanto Agus Rahardjo

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar