Penelitian Ungkap Potensi Senyawa Kopi Terkait Diabetes, Dosen UGM Ingatkan Bukan Obat

Editor: Muhammad Faizin

14 Feb 2026 06:40

Thumbnail Penelitian Ungkap Potensi Senyawa Kopi Terkait Diabetes, Dosen UGM Ingatkan Bukan Obat
Biji kopi murni specialty. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Kopi selama ini dikenal sebagai minuman andalan untuk mengusir kantuk. Namun, penelitian terbaru mengungkap bahwa di balik efek stimulasinya, kopi mengandung senyawa yang berpotensi memengaruhi penyerapan gula dalam darah. Studi yang dipimpin Minghua Qiu dari Institut Botani Kunming, Akademi Ilmu Pengetahuan China, dan dipublikasikan dalam jurnal Beverage Plant Research pada Januari lalu, membuka peluang kajian kopi dalam konteks pengelolaan diabetes.

Meski demikian, temuan tersebut tidak dapat dimaknai secara sederhana bahwa kopi bisa menjadi terapi diabetes.

Dosen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) UGM, Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., menjelaskan hasil penelitiannya tentang pemetaan dan karakterisasi senyawa kimia kopi menunjukkan adanya sejumlah komponen penting, seperti asam klorogenat, kafein, dan trigonelin. Ia juga menemukan keberadaan berbagai jenis gula dan gula alkohol dalam biji kopi. Komposisi senyawa tersebut dipengaruhi tidak hanya oleh varietas, tetapi juga proses pengolahan.

“Banyak komponen kimia yang berkontribusi terhadap pembentukan rasa kopi,” jelasnya, Senin (9/2).

Baca Juga:
WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Terkait temuan aktivitas antidiabetik pada senyawa kopi, Widi menegaskan bahwa hal itu tidak serta-merta menjadikan kopi sebagai obat.

“Masyarakat tidak salah kaprah memaknai kopi sebagai terapi diabetes,” katanya.

Ia mencontohkan asam klorogenat yang memang diketahui memiliki potensi aktivitas antidiabetik. Namun, senyawa tersebut tidak hanya terdapat pada kopi, melainkan juga pada berbagai bahan pangan lainnya.

“Kopi merupakan matriks pangan yang sangat kompleks, mengandung ribuan senyawa kimia berbeda, sehingga tidak dapat disederhanakan bahwa konsumsi kopi secara langsung bersifat antidiabetik,” tambah Widi.

Baca Juga:
Saksi Ahli Sebut Diskresi Bupati Tak Boleh Ditumpangi Kepentingan Politik

Pandangan serupa disampaikan dosen TPHP Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Yunika Mayangsari, S.Si., M.Biotech., Ph.D. Ia menilai secara konsep, hubungan antara senyawa kopi dan pengendalian diabetes masuk akal secara ilmiah.

“Kopi kaya akan senyawa fenolik, seperti asam klorogenat, asam kafeat, serta beberapa flavonoid. Dalam riset ini juga disebutkan adanya cafaldehid yang dapat menghambat enzim alfa-glukosidase,” jelasnya.

Yunika menerangkan bahwa enzim alfa-glukosidase berfungsi memecah karbohidrat kompleks menjadi glukosa di saluran pencernaan. Jika enzim tersebut dihambat, penyerapan glukosa dapat diperlambat sehingga lonjakan gula darah berpotensi ditekan. Namun, ia kembali menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi hasil riset tersebut.

“Kopi tidak bisa dijadikan pengganti terapi. Ia lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari pola hidup,” ujarnya.

Dalam riset pangan fungsional, Yunika menjelaskan bahwa fokus kajian terletak pada ekstrak dan senyawa aktifnya, bukan sekadar konsumsi kopi secara langsung.

“Yang kami evaluasi adalah ekstrak dan senyawanya, bukan sekadar dikonsumsi lalu menurunkan gula darah secara instan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pengendalian diabetes melibatkan mekanisme yang kompleks, mulai dari penghambatan enzim pencernaan, aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, hingga peningkatan sensitivitas insulin. Aspek keamanan konsumsi juga perlu diperhatikan, mengingat kafein dapat memicu gangguan pada individu dengan masalah lambung, jantung, atau tidur.

“Studi tentang kopi dan risiko diabetes bersifat studi populasi dan asosiasi, bukan hubungan sebab-akibat langsung,” jelasnya.

Menutup diskusi, Widi kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menelan informasi secara mentah. Ia menegaskan perbedaan mendasar antara obat dan pangan. Senada dengan itu, Yunika menekankan bahwa kopi tidak dapat menggantikan terapi medis. Konsumsi kopi sebaiknya dilakukan secara bijak, tidak berlebihan, serta tetap memperhatikan pola makan dan gaya hidup secara menyeluruh.

“Sekali lagi, tidak boleh berlebihan dan kalau kita arahnya ke diabetes ya kuncinya di asupan harian,” jelasnya.

Baca Sebelumnya

PHK Kian Marak dan Pekerja Informal Meluas, Pemerintah Diminta Beri Respon Serius

Baca Selanjutnya

Tekan Lonjakan Harga Jelang Ramadan, Dinas Ketahanan Pangan Lebak Gelar Gerakan Pangan Murah

Tags:

manfaat kesehatan kopi terapi diabetes UGM batas minum kopi

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar