Pemkab Bandung Optimalkan Gali Potensi PAD Sektor Pajak dan Aset Daerah

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

25 Mar 2026 20:58

Thumbnail Pemkab Bandung Optimalkan Gali Potensi PAD Sektor Pajak dan Aset Daerah
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat sidak ke Bapenda hari pertama masuk kerja usai libur dan cuti bersama Idul Fitri, Rabu (25/3/26).(Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, BANDUNG – Pemkab Bandung tengah berfokus untuk menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam rangka mengimbangi berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) yang sebesar Rp993 miliar. Berkurangnya TKD ini sangat berdampak terhadap postur APBD 2026.

Salah satu upaya dilakukan yaitu dengan optimalisasi pemanfaatan aset milik pemerintah daerah, selain yang bersumber dari pajak lainnya, termasuk dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Hal itu diungkapkan Bupati Bandung Dadang Supriatna seusai inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), pada hari pertama masuk kerja usai libur dan cuti bersama Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, Rabu (25/3/2026).

Sidak Bupati Bandung ini didampingi Wakil Bupati Ali Syakieb dan Sekretaris Daerah Cakra Amiyana. Dalam sidak tersebut, bupati menerima paparan terkait capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga saat ini. 

Baca Juga:
Masih Dibutuhkan, Bupati Bandung Minta ke Presiden Aktifkan Lagi Satgas Citarum Harum

Bupati Bandung menyebut pajak dari sekor Opsen PKB dan BBNKB menjadi lima besar kontributor untuk PAD hingga mampu meningkatkan pendapatan cukup signifikan. 

"Realisasi pajak dari Opsen PKB dan BBNKB hingga Maret 2026 ini sudah mencapai Rp197 miliar dari total pendapatan yang masuk ke Bank Bjb hingga saat ini yang sebesar Rp320 miliar. Kalau pajak dari opsen ini sudah bisa mencapai Rp300 miliar, maka kita sudah sepakat dari awal akan dialokasikan untuk infrastruktur seperti perbaikan dan pembangunan jalan," kata bupati seusai sidak. 

Opsen PKB-BBNKB ini telah mendukung upaya kemandirian fiskal daerah. Implementasi opsen terbukti meningkatkan realisasi PAD secara signifikan. Kebijakan ini memang diwajibkan untuk memperkuat APBD, guna mendukung pelayanan dan pembangunan infrastruktur di tingkat daerah.

Pada kesemaptan itu bupati yang akrab disapa Kang DS ini juga menyampaikan apresiasi kepada para wajib pajak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kepatuhan membayar pajak dan retribusi.

Baca Juga:
Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik Rawan

“Saya berharap Bapenda terus melakukan optimalisasi dan memaksimalkan peningkatan pendapatan daerah demi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Bandung,” ucapnya.

Upaya kedua, imbuh Kang DS, yaitu dengan mengoptimalkan aset milik pemda untuk bisa dijadikan salah satu sumber PAD. Oleh karena itu Kang DS berharap agar seluruh aset Pemkab Bandung segera disertifikasi untuk bisa dioptimalkan fungsinya menjadi salah satu sumber PAD.

Kang DS menyebut saat ini tercatat ada 2.530 bidang aset miliki Pemkab Bandung di atas lahan 193 hektare yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten Bandung maupun di luar wilayah Kabupaten Bandung, seperti lahan di Kecamatan Arcamanik Kota Bandung. 

"Kalau aset pemda ini sudah tersertifikasi dengan baik lengkap dengan titik kordinat dan eviden foto-foto lokasinya, maka kita bisa tawarkan kepada pihak ketiga melalui DPMPTSP untuk berinvestasi di atas lahan yang menjadi aset pemda, dalam rangka peningkatan pendapatan dan mengimbangi pengurangan TKD Rp933 miliar," ungkap bupati. 

Lahan yang ditawarkan kepada pihak ketiga itu menurutnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan investasi perkebunan maupun pertanian dalam rangka ketahanan pangan.

Pada kesempatan itu Bupati Kang DS juga menyoroti soal lahan milik Pemkab Bandung di Arcamanik Kota Bandung yang dikelola Pprov Jabar dengan Hak Pakai. Berdasarkan informasi, luas tanah aset Pemkab Bandung di kawasan Arcamanik yang awalnya tercatat sekitar 100 hektare.

“Saya akan menanyakan kepada Pemprov Jawa Barat terkait status tanah seluas 67,5 hektare milik Pemkab Bandung. Saya ingin mengetahui progres kompensasinya kepada Pemkab Bandung sudah seperti apa, saya ingin minta dokumen dan kejelasannya,” tegas Bupati Bandung.

Sementara itu Kepala Bapenda Kabupaten Bandung Erwan Kusuma Hermawan mengakui pajak PKB dan BBNKB termasuk lima besar kontributor PAD. Menurut Erwan, kobtributor pajak terbesar Kabupaten Bandung bersumber dari sektor pajak daerah.

"Kalau diurutkan dari target pajak, yang besar pertama bersumber dari pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Kedua, dari pajak listrik, ketiga PKB, keempat PBB dan kelima BBNKB," urai Erwan.(*)

Baca Sebelumnya

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

Baca Selanjutnya

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Daop 9 Jember Tembus 13 Ribu Penumpang per Hari

Tags:

BUPATI BANDUNG PEMKAB BANDUNG DADANG SUPRIATNA kang ds Bapenda BKAD erwan kusuma

Berita lainnya oleh Iwa AS

Masih Dibutuhkan, Bupati Bandung Minta ke Presiden Aktifkan Lagi Satgas Citarum Harum

16 April 2026 00:23

Masih Dibutuhkan, Bupati Bandung Minta ke Presiden Aktifkan Lagi Satgas Citarum Harum

Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik Rawan

15 April 2026 20:50

Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik Rawan

Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

15 April 2026 15:39

Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

14 April 2026 17:44

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

14 April 2026 10:40

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

14 April 2026 00:48

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H