Pasca Pengeroyokan Mahasiswa Unitri, Sutiaji Tegaskan Kota Malang Kondusif

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: M. Rifat

27 Jun 2023 11:45

Thumbnail Pasca Pengeroyokan Mahasiswa Unitri, Sutiaji Tegaskan Kota Malang Kondusif
Rakor Pemkot Malang bersama warga Indonesia Timur di Malang Raya, (27/6/2023). (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Tragedi pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya mahasiswa Universitas Tribuana Tunggadewi (Unitri), Minggu (25/6/2023) membuat kondisi Kota Malang khususnya daerah Tlogomas mencekam.

Pasalnya sekelompok teman korban langsung melakukan akse sweeping di Kawasan tersebut. Wali Kota Malang, Sutiaji menegaskan bahwa kondisi Kota Malang saat ini sudah kondusif.

Masyarakat tidak perlu merasa khawatir, mengingat jajaran kepolisian telah berjaga untuk mencegah kejadian tersebut terulang kembali.

"Juga perlu saya sampaikan bahwa saat ini persoalan sudah clear, tidak ada masalah apa-apa. Artinya bahwa kejadian kemarin kita serahkan sepenuhnya kepada aparat yang berwajib. Tentu kami memohon kepada pihak berwenang untuk segera diusut, segera ada tindakan tegas," ujar Sutiaji saat Rapat Koordinasi Antisipasi Gangguan Keamanan, Ketertiban Masyarakat pada Selasa (27/6/2023).

Baca Juga:
UAS: Keteladanan Orang Tua, Kunci Anak Cintai Allah

Sutiaji menekankan bahwa masyarakat telah sepakat untuk turut mencari keberadaan pelaku. Mengingat kawan korban pengeroyokan menginginkan kepolisian segera menemukan dan menindak tegas perbuatan pelaku.

"Saya minta aparat cepat bergerak supaya tidak terjadi kebiasaan saat proses lambat dan tidak tegas, hukum rimba yang berlaku. Juga supaya masyarakat tidak menjadi korban. Sudah kondusif dan masyarakat kompak ikut mencari pelaku," tambah Sutiaji.

Foto Rapat koordinasi antisipasi gangguan keamanan, ketertiban masyarakat (foto: Lutfia/ketik.co.id)Rapat koordinasi antisipasi gangguan keamanan, ketertiban masyarakat (foto: Lutfia/ketik.co.id)

Ia turut mengapresiasi upaya pihak dari Indonesia Timur yang memberikan pendampingan atas kejadian tersebut.

Baca Juga:
Resmi Jabat Kalapas Malang, Christo Victor Nixon Siap Lanjutkan Program Strategis Teguh Pamuji

"Tentu kami berterima kasih kepada teman-teman dari Indonesia Timur yang sudah berencana untuk memberikan pendampingan dan advokasi kepada kejadian kemarin," ujarnya.

Sementara itu, Moses Christian selaku Ketua Keluarga Besar Indonesia Timur Bersatu (KBITB) Malang Raya meminta Mahasiswa Sumba menahan diri. Ia mengimbau para mahasiswa dapat menyerahkan penanganan kepada aparat Kepolisian.

"Saya menyampaikan kepada adik-adik dari Indonesia Timur khususnya di Sumba, untuk semua agar menahan diri supaya tidak ada lagi keramaian. Kami pasrahkan kepada aparat yang terkait untuk bekerja. Kami berdoa supaya segera ditangkap pelakunya," seru Moses.

Pihaknya juga telah menyiapkan sembilan penasehat hukum untuk mendampingi kasus yang menimpa Mahasiswa Unitri tersebut.

"Dari organisasi telah dilakukan advokasi. Kami siapkan ada sembilan penasehat hukum untuk melakukan pendampingan advokasi terhadap kasus ini. Mulai dari awal sampai akhir di penyidikan nanti," tambahnya.

Pihaknya telah mengimbau tiap koordinator wilayah (korwil) yang dimiliki KBITB Malang Raya untuk menjaga kondusifitas wilayah masing-masing. Ia juga meminta masyarakat tidak termakan stigma bahwa semua Orang Timur di Kota Malang adalah pelaku anarkis.

"Mereka di sini sekolah, tidak semua Orang Timur melakukan itu (aksi anarkis). Jangan anggap citra semua Orang Timur di sini bermasalah. Tugas kita bagaimana buat adik-adik ini jaga Kamtibmas Kota Malang supaya aman," terang Moses.(*)

Baca Sebelumnya

Bijak dan Cara Melawan Bias Kognitif Seputar Perbedaan Idul Adha

Baca Selanjutnya

Arumi Bachsin Cek Langsung Desa Oro-oro Ombo Kota Batu untuk Penilaian Lomba Desa

Tags:

mahasiswa unitri pengeroyokan mahasiswa Indonesia Timur #Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Selaraskan Adab Anak dan Orang Tua, Jamiyyah SD Islam Al Azhar 56 Malang Kajian Bareng Ustaz Abdul Somad

19 April 2026 11:12

Selaraskan Adab Anak dan Orang Tua, Jamiyyah SD Islam Al Azhar 56 Malang Kajian Bareng Ustaz Abdul Somad

Hemat Energi, Pemkot Malang Kombinasikan Bersepeda dan WFH 30 Persen

18 April 2026 18:16

Hemat Energi, Pemkot Malang Kombinasikan Bersepeda dan WFH 30 Persen

Tak Hanya Berprestasi, Wisuda Ke-51 Unitri Cetak Lulusan Penuh Inspirasi

18 April 2026 17:12

Tak Hanya Berprestasi, Wisuda Ke-51 Unitri Cetak Lulusan Penuh Inspirasi

Stok Sapi Menipis, DPRD Kota Malang Desak Pemkot Stabilkan Harga Daging

18 April 2026 15:52

Stok Sapi Menipis, DPRD Kota Malang Desak Pemkot Stabilkan Harga Daging

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Terima Hadiah di Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

17 April 2026 20:48

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Terima Hadiah di Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Berikan Hak Kesehatan dan Rekreasi, 211 Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Semangat Ikuti Senam Pagi

17 April 2026 20:30

Berikan Hak Kesehatan dan Rekreasi, 211 Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Semangat Ikuti Senam Pagi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda