KETIK, BLITAR – Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Kota Blitar yang digelar Selasa 22 September 2026 berlangsung dalam suasana tegang. Akses masuk peserta menjadi salah satu pemicu ketegangan hingga terjadi cekcok antara sejumlah perwakilan cabang olahraga (cabor) dengan panitia.

Ketegangan terlihat saat perwakilan beberapa cabor, di antaranya Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), Ikatan Motor Indonesia (IMI), dan Jujitsu, hendak memasuki lokasi musyawarah.

Sejumlah perwakilan sempat tertahan dan tidak diperkenankan masuk ke ruang sidang. Kondisi tersebut kemudian memicu perdebatan antara peserta dengan pihak panitia.

Kabag Ops Polres Blitar Kota Kompol Agus Tri membenarkan adanya persoalan tersebut. Menurutnya, akses peserta berkaitan dengan tata tertib serta mekanisme registrasi yang diberlakukan dalam Musorkotlub.

“Terkait tata tertib, itu semuanya dari panitia. Sepertinya tadi sempat tidak diperbolehkan masuk, tapi sekarang sudah bisa,” kata Agus.

Baca Juga:
Empat Suara Jadi Penentu, Elim Tyu Samba Resmi Pimpin KONI Kota Blitar

Namun, persoalan tidak berhenti setelah peserta diperbolehkan masuk. Situasi kembali memanas ketika Musorkotlub berlangsung di dalam ruangan.

Bahkan, petugas keamanan sampai mengeluarkan secara paksa salah seorang perwakilan dari cabor IMI setelah terjadi kericuhan.

Kondisi tersebut membuat pengamanan Musorkotlub diperketat. Sebanyak 145 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan jalannya agenda organisasi olahraga tersebut tetap terkendali.

Agus merinci, personel yang diterjunkan terdiri dari 114 anggota Polres Blitar Kota, delapan personel TNI, 15 anggota Satpol PP, serta delapan petugas Dinas Perhubungan.

Baca Juga:
Sehari Jelang Musorkotlub KONI Kota Blitar, Sejumlah Cabor Disebut Belum Terima Undangan

“Total ada 145 personel. Rinciannya terdiri atas 114 personel Polres Blitar Kota, delapan anggota TNI, 15 anggota Satpol PP, dan delapan petugas Dinas Perhubungan,” jelasnya.

Musorkotlub KONI Kota Blitar sendiri digelar ketika organisasi tersebut tengah menghadapi sejumlah persoalan internal.

Salah satu isu yang sebelumnya mencuat adalah tertahannya dana hibah KONI senilai Rp2,8 miliar oleh Pemerintah Kota Blitar. Persoalan itu bahkan berujung pada aksi demonstrasi di kantor Wali Kota Blitar pada 7 September 2026.

Aksi tersebut dipimpin Wakil Wali Kota Blitar sekaligus Plt Ketua Umum KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba.

Setelah aksi tersebut, polemik kembali berkembang dengan munculnya laporan ke Polres Blitar Kota terkait dugaan mobilisasi atlet pelajar dalam kegiatan tersebut.

Di sisi lain, proses pencarian ketua umum definitif KONI Kota Blitar juga menjadi perhatian. Sorotan turut diarahkan terhadap proses kerja Tim Penyaring dan Penjaring (TPP) yang memiliki peran dalam tahapan pemilihan.

Situasi itu membuat Musorkotlub kali ini bukan sekadar forum organisasi untuk menentukan kepemimpinan KONI Kota Blitar.

Di tengah suasana yang memanas, forum tersebut justru menjadi panggung terbuka bagi berbagai persoalan internal yang selama ini berkembang di tubuh KONI Kota Blitar.