KETIK, BATU – Di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan saat arus balik Lebaran, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta lalu lintas di Kota Batu terpantau tetap kondusif.
Polres Batu bersama Polda Jawa Timur memastikan kondisi tersebut tetap terkendali usai melakukan pemantauan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan wisata, serta mengikuti video conference bersama Kapolri dari Pos Pelayanan Jatim Park 3, Selasa, 24 Maret 2026.
Karo Ops Polda Jatim, Nurhandono, menjelaskan bahwa koordinasi dengan Mabes Polri terus dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dalam mengawal arus balik, khususnya di wilayah Jawa Timur.
“Kami bersama Wali Kota dan Kapolres telah melaksanakan pengamanan sekaligus pemantauan di sejumlah titik, terutama di kawasan objek wisata,” ujarnya.
Sejumlah destinasi unggulan seperti Jatim Park 1, Jatim Park 2, dan Jatim Park 3 menjadi fokus pengawasan mengingat tingginya mobilitas wisatawan selama libur Lebaran. Meski volume kendaraan meningkat, kondisi lalu lintas secara umum masih dalam kategori padat namun tetap lancar.
“Arus lalu lintas memang meningkat, tetapi masih terkendali dan tidak ditemukan gangguan yang menonjol,” jelasnya.
Hingga kini, rekayasa lalu lintas belum diberlakukan secara permanen. Namun, petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan sewaktu-waktu.
“Kondisi masih bisa dikendalikan. Rekayasa lalu lintas belum diterapkan, tetapi jika terjadi peningkatan signifikan, tentu akan segera kami lakukan,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, menekankan bahwa arus balik menjadi fase krusial yang harus diantisipasi secara matang, mengingat tingginya mobilitas wisatawan yang meninggalkan Kota Batu dalam waktu bersamaan.
“Fokus kami bukan hanya pada kedatangan wisatawan, tetapi juga memastikan arus balik berjalan aman, lancar, dan tetap terkendali,” ujarnya.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Batu, jumlah kunjungan wisata dalam lima tahun terakhir konsisten berada di atas 10 juta wisatawan per tahun.
Pada awal pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, tercatat 42.503 wisatawan berkunjung dengan tingkat hunian hotel mencapai 71,48 persen atau sekitar 9.378 kamar terisi. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi lalu lintas, sebanyak 44.596 kendaraan tercatat masuk ke Kota Batu pada periode H-11 hingga H-1 Lebaran, dengan puncak harian mencapai 14.516 kendaraan. Kondisi ini berpotensi memicu lonjakan arus balik secara bersamaan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kota Batu bersama TNI dan Polri memperkuat pengamanan serta menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah jalur rawan kepadatan, seperti Batu-Pujon, Batu-Cangar, Batu-Dau, hingga kawasan Songgoriti-Payung.
Dalam arahannya, Kapolri juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh daerah dalam menghadapi puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 24 serta 28-29 Maret 2026, termasuk optimalisasi pos pengamanan dan pelayanan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Batu memastikan pengelolaan arus wisata tidak hanya berfokus pada peningkatan kunjungan, tetapi juga menjamin kelancaran mobilitas serta keselamatan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan yang siap menghadapi lonjakan pergerakan wisatawan. (*)
