Merosot 1,17 Persen Per Tahun, DKPP Ingatkan Dampak Penyusutan Lahan Pertanian di Pacitan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

16 Sep 2025 16:52

Thumbnail Merosot 1,17 Persen Per Tahun, DKPP Ingatkan Dampak Penyusutan Lahan Pertanian di Pacitan
Lahan pertanian di Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan hampir memasuki musim panen, Senin (10/2/2025). (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Lahan pertanian di Kabupaten Pacitan terus menyusut dari tahun ke tahun. 

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, alih fungsi lahan sawah mencapai rata-rata 1,17 persen per tahun.

Kepala DKPP Pacitan, Sugeng Santoso, mengingatkan bahwa kondisi ini patut diwaspadai karena dapat berdampak serius pada ketahanan pangan daerah.

“Alih fungsi lahan pertanian bukan hanya soal berkurangnya area tanam, tapi juga akan memengaruhi jumlah produksi beras kita. Kalau dibiarkan, Pacitan bisa semakin bergantung pada pasokan beras dari luar daerah,” ujar Sugeng, Selasa, 16 September 2025.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Menurutnya, penyusutan lahan dipicu dua faktor utama. Pertama, kepemilikan lahan yang semakin sempit akibat pembagian warisan maupun jual beli.

"Lahan kecil lebih mudah dialihkan ke fungsi non-pertanian seperti perumahan atau usaha," ucapnya.

Kedua, lemahnya pengendalian tata ruang. Jika aturan tata ruang longgar, potensi alih fungsi lahan akan semakin besar.

Sugeng menambahkan, kebutuhan lahan sawah ideal bagi Pacitan adalah 17 ribu hektare.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Namun, kondisi saat ini hanya tersisa sekitar 14 ribu hektare. Artinya, masih ada kekurangan 3 ribu hektare untuk mencapai kemandirian pangan.

“Kita sebenarnya bisa mencapai luas tanam lebih dari 20 ribu hektare jika memanfaatkan musim hujan. Tapi kenyataannya sawah kita tinggal 14 ribu hektare. Karena itu solusinya petani harus meningkatkan indeks pertanaman, minimal menanam dua kali dalam setahun, bahkan tiga kali bila memungkinkan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran bersama, baik dari masyarakat maupun pemerintah desa, untuk menjaga keberadaan sawah agar tidak semakin tergerus.

“Kalau lahan pertanian terus menyusut, kita yang akan rugi. Ketahanan pangan terganggu, harga beras bisa melonjak, dan kesejahteraan petani pun ikut terancam,” tegasnya.

Sebagai gambaran, rata-rata konsumsi beras masyarakat Indonesia mencapai 81,23 kilogram per orang per tahun. Dengan jumlah penduduk Pacitan sekitar 600 ribu jiwa, kebutuhan beras daerah ini mencapai 48 ribu ton setiap tahun.

“Kalau produksi kita tidak bisa mencukupi, otomatis akan ada ketergantungan dari luar. Dan ini berbahaya jika dalam kondisi darurat,” pungkas Sugeng.(*)

Baca Sebelumnya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Pungutan dalam Layanan Adminduk hingga Perizinan

Baca Selanjutnya

Kota Blitar Siap Operasionalkan 21 Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Lawan Kemiskinan

Tags:

pacitan DKPP Pacitan Luas Lahan Tanam Penyusutan Lahan Pertanian di Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar