Menjelajah Lorong Waktu Masa Lalu

Editor: Mustopa

16 Okt 2025 19:33

Thumbnail Menjelajah Lorong Waktu Masa Lalu
Oleh: Khoirotul Islamiah*

KETIK, JAKARTA – Novel Surat untuk Jenaka merupakan trilogi yang terdiri atas 3 volume, masing-masing saling berhubungan namun tetap menghadirkan kejutan baru. Kisahnya berpusat pada Jenaka, seorang mahasiswi yang menemukan mesin waktu yang membuatnya terlempar ke zaman tahun 1923, ketika Indonesia masih berada dalam cengkeraman kolonial Belanda.

Di masa itu, ia menghadapi misteri besar. Nenek buyutnya, yaitu Raden Ajeng Cantika dituduh membunuh tunangannya. Jenaka merasa terpanggil untuk membuktikan kebenaran sekaligus membersihkan nama keluarganya. Tidak sekadar mencari jawaban, Jenaka juga memiliki tekad kuat untuk menegakkan hukum.

Ia percaya, setiap orang berhak mendapatkan keadilan hukum tanpa dipengaruhi status, kedudukan, maupun kepentingan politik. Semangat inilah yang membuat sosok Jenaka berbeda-ia bukan hanya seorang pemuda yang terjebak pada masa lalu, tetapi juga simbol keberanian menegakkan keadilan.

Dalam perjalannya, Jenaka bersinggungan dengan dunia hukum kolonial yang keras dan bias. Di sinilah ia bertemu dengan Pramoedya, seorang jaksa yang integritasnya menginspirasi. Bersama Jati Aryadiningrat, pelancong waktu yang setia mendampinginya, Jenaka berusaha mengungkap kebenaran, meski harus berhadapan dengan bahaya, intrik, dan rahasia besar keluarga bangsawan.

Baca Juga:
Bisikan Perjamuan Terakhir Masuk Empat Terbaik Festival Film di Prancis

Ketiga volume novel ini membentangkan perjalanan Jenaka, dari kebingungan awal, pencarian jati diri, hingga keberanian menantang ketidakadilan hukum. Pembaca diajak mengikuti bagaimana idealismenya diuji di tengah konflik sejarah, misteri, cinta, dan perjuangan moral. 

Membaca Surat untuk Jenaka bukan sekadar mengikuti kisah petualangn seorang gadis yang terlempar ke masa lalu. Lebih dari itu, pembaca diajak merenungkan bagaimana hukum dan keadilan seringkali dipengaruhi oleh kepentingan, kekuasaan, dan status sosial.

Jenaka dengan keberanianya menentang tatanan kolonial memberi pesan penting: keadilan tidak boleh tunduk pada siapapun, selain pada kebenaran itu sendiri. Di tengah situasi saat ini, ketika isu penegakan hukum menjadi sorotan di masyarakat, novel ini terasa relevan. 

Baca Juga:
Perjuangan Balita 3 Tahun di Probolinggo Lawan Penyakit Langka Atresia Bilier, Butuh Transplantasi Hati

Semangat Jenaka seakan mengingatkan kita bahwa perjuangan menegakkan hukum yang adil bukan hanya milik masa lalu, melainkan juga tanggung jawab generasi masa kini dan masa mendatang. Novel ini bukan sekadar bacaan fiksi, melainkan juga cermin bagi kita semua untuk bernai berpihak pada keadilan, sekecil apapun langkah yang bisa dilakukan.

Surat untuk Jenaka adalah novel segar di ranah fiksi sejarah Indonesia karena berani menggabungkan sejarah kolonial dengan konsep time travel dan misteri pembunuhan. Cocok dibaca oleh pecinta sejarah, penggemar misteri, maupun pembaca muda yang suka kisah romantis dengan bumbu fantasi.

Novel ini mengajarkan bahwa Sejarah tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keadilan harus terus diperjuangkan. Dengan ide segar, narasi memikat, serta pesan moral yang mendalam, Surat untuk Jenaka layak disebut sebagai salah satu karya sastra modern yang berkesan dan patut dibaca. Selamat membaca (*).

*) Penulis meeupakan Siswi XII-F dan Anggota Komunitas Literasi “Sabha Pena” MAN Bondowoso

Baca Sebelumnya

Persaingat Ketat! Gebyar Kreativitas Siaga 2025 Surabaya Ditentukan Lewat Poin Konten Kreator

Baca Selanjutnya

Tiga Bupati Tapal Kuda Teken Kesepakatan, Perkuat Kerja Sama Aglomerasi Daerah

Tags:

Resensi Surat Untuk Jenaka MAN Bondowoso Khoirotul Islamiah

Berita lainnya oleh Mustopa

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

13 April 2026 21:26

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

11 April 2026 13:38

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

10 April 2026 22:10

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

10 April 2026 18:49

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

8 April 2026 00:00

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

7 April 2026 08:00

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar