Mengapa Orang Indonesia Mudik saat Lebaran? Ini Sejarahnya

Jurnalis: Muhammad Faizin
Editor: Mustopa

18 Mar 2026 06:00

Headline

Thumbnail Mengapa Orang Indonesia Mudik saat Lebaran? Ini Sejarahnya
Ilustrasi kemacetan pada jalan raya saat arus mudik (Foto : Pinterest)

KETIK, SURABAYA – Mudik telah menjadi tradisi tahunan yang sangat identik dengan perayaan Idulfitri di Indonesia. Setiap tahun, jutaan orang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

Fenomena ini bahkan menjadi salah satu pergerakan manusia terbesar setiap tahunnya di Indonesia. Jalan raya, stasiun, bandara, hingga pelabuhan dipadati para pemudik yang ingin kembali ke desa atau kota asal mereka.

Namun, tradisi mudik sebenarnya tidak muncul secara tiba-tiba. Kebiasaan ini memiliki akar sejarah yang panjang dan berkaitan erat dengan perkembangan sosial, ekonomi, serta budaya masyarakat Indonesia.

Tradisi Pulang Kampung dalam Masyarakat Agraris

Baca Juga:
Arus Balik Lebaran 2026, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Daop 8 Surabaya

Para sejarawan menilai bahwa tradisi mudik memiliki akar pada pola kehidupan masyarakat agraris di Jawa dan berbagai wilayah Nusantara.

Dalam masyarakat desa, hubungan kekeluargaan dan ikatan dengan tanah kelahiran memiliki arti yang sangat kuat. Orang yang merantau ke kota biasanya tetap menjaga hubungan dengan keluarga dan kampung asalnya.

Sejarawan Australia yang banyak meneliti sejarah Jawa, M. C. Ricklefs, dalam bukunya A History of Modern Indonesia Since c.1200 menjelaskan bahwa desa dalam masyarakat Jawa tradisional bukan sekadar tempat tinggal, tetapi menjadi pusat kehidupan sosial, ekonomi, dan identitas komunitas.

Karrena itu, masyarakat Jawa -dan Indonesia pada umumnya- secara historis memiliki keterikatan kuat dengan desa sebagai pusat kehidupan sosial dan budaya. Desa bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga pusat identitas keluarga dan komunitas.

Baca Juga:
Naik 116 Persen, Volume Penumpang H+2 di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor

Karena itu, ketika seseorang merantau untuk bekerja di kota, ia tetap merasa memiliki kewajiban moral untuk kembali ke kampung halaman pada waktu-waktu tertentu.

Salah satu momen yang dianggap paling penting untuk pulang adalah hari raya keagamaan, terutama Idulfitri.

Perkembangan Mudik pada Masa Kolonial

Tradisi pulang kampung semakin berkembang pada masa kolonial Belanda ketika mobilitas penduduk meningkat.

Seiring berkembangnya kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang, banyak penduduk desa yang merantau untuk bekerja di sektor perdagangan, pelabuhan, maupun perkebunan.

Para perantau ini biasanya tetap mempertahankan hubungan yang erat dengan keluarga di desa. Pada saat hari besar keagamaan seperti Lebaran, mereka berusaha pulang untuk berkumpul dengan keluarga.

Sejarawan sosial Indonesia, Ong Hok Ham, dalam sejumlah esainya yang kemudian dihimpun dalam buku “Dari Soal Priyayi Sampai Nyi Blorong” menjelaskan bahwa masyarakat Jawa memiliki tradisi kuat dalam menjaga jaringan keluarga besar dan hubungan sosial. Karena itu, berbagai momen penting—termasuk hari raya—sering dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memperbarui hubungan yang sempat terpisah oleh jarak.

Mudik sebagai Fenomena Sosial Modern

Memasuki era modern, tradisi mudik semakin berkembang seiring meningkatnya urbanisasi di Indonesia.

Banyak orang dari desa datang ke kota untuk bekerja di sektor industri, perdagangan, maupun jasa. Namun, meskipun tinggal di kota, mereka tetap menganggap kampung halaman sebagai tempat asal yang memiliki makna emosional yang kuat.

Antropolog Indonesia, Koentjaraningrat, menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia memiliki sistem kekerabatan yang kuat. Ikatan keluarga tidak hanya terbatas pada keluarga inti, tetapi juga melibatkan keluarga besar hingga komunitas desa.

Karena itu, momen Lebaran sering dimanfaatkan untuk memperkuat kembali hubungan sosial tersebut melalui kunjungan ke kampung halaman.

Dalam perspektif sosiologi, mudik juga dapat dilihat sebagai cara masyarakat menjaga solidaritas sosial di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis.

Lebaran sebagai Momentum Pulang Kampung

Idulfitri memiliki makna khusus dalam tradisi masyarakat Indonesia. Selain sebagai perayaan keagamaan, Lebaran juga dipandang sebagai waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan keluarga.

Karena itu, banyak orang merasa belum lengkap merayakan Lebaran jika tidak pulang ke kampung halaman.

Tradisi ini juga berkaitan dengan nilai budaya tentang penghormatan kepada orang tua dan leluhur. Bagi sebagian masyarakat, pulang kampung saat Lebaran menjadi bentuk bakti kepada orang tua sekaligus kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga besar.

Di banyak daerah, momen Lebaran juga digunakan untuk mengunjungi makam keluarga atau leluhur sebagai bentuk penghormatan kepada generasi sebelumnya.

Perkembangan Transportasi Memperkuat Tradisi Mudik

Tradisi mudik semakin menguat setelah berkembangnya sistem transportasi modern.

Pada awal abad ke-20, pembangunan jalur kereta api di Pulau Jawa mempermudah perjalanan antara kota dan desa. Setelah kemerdekaan Indonesia, jaringan transportasi darat, laut, dan udara semakin berkembang.

Kemudahan transportasi membuat masyarakat lebih mudah melakukan perjalanan jarak jauh untuk pulang kampung saat Lebaran.

Dalam beberapa dekade terakhir, mudik bahkan telah menjadi fenomena nasional yang melibatkan jutaan orang setiap tahun.(*)

Baca Sebelumnya

Direktur PT Kareb Alam Sejahtera Gelar Buka Puasa dan Santuni Anak Yatim

Baca Selanjutnya

Lebaran di Tengah Guyuran Hujan? Simak 5 Tips Agar Silaturahmi Tetap Hangat dan Aman

Tags:

Mudik Lebaran sejarah mudik di Indonesia tradisi pulang kampung budaya mudik masyarakat Indonesia mudik IdulFitri tradisi Lebaran Indonesia fenomena sosial mudik

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H