KETIK, JEMBER – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember diproyeksikan mampu menggerakkan perputaran uang hingga Rp 207 miliar setiap bulan. Nilai tersebut seiring target pembangunan 400 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur gizi di berbagai wilayah.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan sebagian dapur MBG telah beroperasi dan mulai memberi dampak ekonomi.

"Sekarang sudah operasional Rp 200 juta. Itu artinya Rp 207 miliar per bulan, sudah mengalir uang di Jember dan sekiranya menggerakkan roda ekonomi," kata Dadang, saat ditemui di sela-sela peresmian SPPG milik Yayasan Cahaya Sholawat Nusantara di Pondok Pesantren Nurul Chotib, Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Jember, pada Kamis, 16 April 2026.

Dadan menargetkan pembangunan hingga 400 SPPG sebagai upaya memperluas manfaat program. Menurutnya, dukungan lintas sektor membuat implementasi di daerah berjalan lebih optimal.

Baca Juga:
Tanam Black Thorn di Padepokan HM Arum Sabil Jember, Kepala BGN Dadan Indayana Tebarkan Semangat Kemandirian Pangan

"Saya optimis, bahwa nyatanya makan bergizi di Jember, akan berjalan secara maksimal dengan memberikan manfaat yang luar biasa bagi ekonomi lokal," ujar pria yang juga dosen IPB ini. 

Target BGM ini diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Jember yang membentuk tim percepatan MBG dengan melibatkan hampir seluruh OPD.

BGN juga memastikan pengawasan ketat melalui unit internal, inspektorat, dan partisipasi masyarakat. Dadan meminta pemerintah daerah bertindak tegas terhadap pengelola yang melanggar SOP.

Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menggerakkan ekonomi dan membuka peluang kerja.

Baca Juga:
Selesaikan Tunggakan Ratusan Juta, SPPG Protomulyo Kendal Ajukan Izin Operasional ke BGN

"Pendapatan Jember juga pasti akan meningkat dan pasti ujungnya adalah menciptakan lapangan pekerjaan," tegas pria yang akrab disapa Gus Fawait ini. (*)