LSD dan PMK di Kabupaten Pacitan Nol Kasus, Vaksin Booster Terus Digencarkan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Mustopa

16 Jan 2024 06:56

Thumbnail LSD dan PMK di Kabupaten Pacitan Nol Kasus, Vaksin Booster Terus Digencarkan
Upaya vaksinasi oleh petugas kesehatan hewan kepada Sapi milik warga di Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada kasus LSD (Lumpy Skin Disease) dan PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada hewan ternak di wilayah setempat.

Tren penyakit menular pada hewan tersebut, dilaporkan menurun drastis sejak bulan Agustus 2023 lalu.

"Langkah-langkah pengendalian sudah dilaksanakan sehingga sampai saat ini kasus PMK sudah sangat menurun. Bahkan, di Jawa Timur sudah lebih dari dua bulan tidak ada laporan kasus baru untuk PMK," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Pacitan, drh Kus Handoko kepada media online nasional Ketik.co.id, Selasa (16/1/2024).

Meruntut sejarah, tambah Kus Handoko, PMK dan LSD mulai ada sejak tahun 2002. Di Indonesia, khususnya Pacitan mengalami pertambahan kasus alias terjangkit kembali PMK pada tahun lalu setelah hampir 40 tahun bebas dari PMK.

Baca Juga:
Peternak Asal Pacitan Bagikan Cara Rawat Anak Kambing yang Baru Lahir

"Ini tentunya seiring dengan upaya yang sudah kami lakukan, terutama yang paling menyita tenaga dan energi adalah kegiatan vaksinasi PMK. Untuk Pacitan sendiri, alokasi yang didapat pada tahun 2023 itu sejumlah sekitar 275.000 dosis, sehingga ini sudah mengcover hampir 80-90 persen dari populasi ternak yang ada di Pacitan," terangnya.

Pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengawasan untuk mencegah masuknya LSD dan PMK ke Kabupaten Pacitan.

"Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan minimal dua kali. Jadi dosis pertama dan kedua dalam rentang waktu satu bulan, kemudian perlu booster setelah enam bulan, dan selanjutnya diulang setiap enam bulan," jelas Handoko.

Meskipun hampir seluruh desa di Kabupaten Pacitan sudah dilakukan vaksinasi PMK, tahun 2024 ini masih akan dilaksanakan vaksinasi PMK lanjutan, yaitu vaksinasi booster pertama dan disusul kedua, dengan rentang waktu enam bulan setelah kegiatan vaksinasi kedua.

"Harapannya dengan kegiatan vaksinasi ini, Indonesia bisa bebas kembali dari PMK target dari Kementerian Pertanian pada tahun 2030 dan diakui kembali secara internasional Indonesia bebas PMK di tahun 2035," ujar Handoko.

DKPP Pacitan berharap, para peternak di Kota Seribu Satu Gua dapat adaptif menyesuaikan dengan target anjuran pemerintah pusat tersebut. Sehingga langkah-langkah pengendalian tentunya akan terus diupayakan pihaknya secara maksimalkan.

"Sehingga Pacitan ini juga tidak ketinggalan dari target nasional, bisa kembali bebas PMK maupun LSD," pungkas Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Pacitan, Kus Handoko. (*)

Baca Sebelumnya

Susun RPJPD Halsel, Bupati Bassam: Hak Kemaritiman Wilayah Timur Indonesia Untuk Warisan Anak Cucu

Baca Selanjutnya

Beberapa Cabor Mulai Jalani Tes Fisik Jelang Puslatda PON XXI 2024 Aceh-Sumatra Utara

Tags:

LSD dan PMK di Pacitan PETERNAK DI PACITAN

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

11 April 2026 23:22

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

11 April 2026 19:06

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar