Kunjungan Posyandu Belum Maksimal, 3048 Bayi Kota Malang Berisiko Stunting

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: M. Rifat

28 Jun 2023 08:06

Thumbnail Kunjungan Posyandu Belum Maksimal, 3048 Bayi Kota Malang Berisiko Stunting
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Berdasarkan data yang dihimpun dari hasil bulan timbang, sebanyak 3048 bayi di Kota Malang bersiko mengalami stunting. Kondisi tersebut disebabkan kehadiran orang tua dan bayi di Posyandu belum maksimal, masih di angka 75 persen.

Donny Sandito selaku Ketua Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) menjelaskan faktor tersebut.

"Risiko stunting sesuai bulan timbang yang tercatat di Dinas Kesehatan ada 3048 bayi. Itu risiko, karena berat badan dan tinggi badannya kurang. Kami berkoordinasi dengan Lurah dan Camat, supaya masyarakat yang punya balita menimbangkan di Posyandu," ungkap Donny, Rabu (28/6/2023).

Menurutnya angka yang didapatkan dari bulan timbang salah satunya dipengaruhi oleh jumlah kehadiran orang tua dan bayi ke Posyandu. Jika jumlah kehadiran bayi di Posyandu meningkat dan dalam kondisi sehat maka diharapkan angka risiko stunting Kota Malang dapat menurun.

Baca Juga:
Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

"Angka tersebut (kehadiran) nanti akan signifikan membantu jumlah risiko stunting. Kalau jumlah kehadiran bayi ada banyak dam kita harapkan yang datang ke posyandu itu sehat, persentasenya bisa menurunkan jumlah risiko stunting," tambahnya.

Berdasarkan Hasil Survei Status GiziI ndonesia (SSGI) 2022, prevalensi balita stunting di Kota Malang sebesar 18 persen. Jumlah tersebut telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang berjumlah 21 persen.

Dari hasil audit yang dilaksanakan oleh Dinsos-P3AP2KB, penyebab bayi berisiko stunting di antaranya ialah pola asuh hingga kesehatan bayi yang dipicu oleh kehamilan ibu saat berusia di bawah 19 tahun. Donny menjelaskan, data yang diterima dari KUA Kota Malang, tren pernikahan dini di Kota Malang antara 10-15 persen.

"Kesehatan bayi bisa dipicu dari orang tua yang hamil di bawah 19 tahun. Kalau dari sisi kesehatan maupun kejiwaan memang belum siap dan rawan. Dari sisi itu, kami berusaha untuk bekerjasama dengan Kantor Urusan Agama (KUA). Kita minta data masyarakat yang pranikah untuk kami berikan sosialisasi, pembinaan kesehatan ibu dan anak," jelasnya.

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

Pihaknya juga bekerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk pembinaan pranikah kepada calon pengantin yang tidak beragama Islam.

"Kendalanya ke non muslim, mereka melakukan pemberkatan di tempat ibadah dan memang banyak. Kalau muslim kan cuma di KUA. Kami bekerja sama dengan FKUB untuk bisa masuk, sehingga pada saat sebelum menikah, kami dari Dinsos, BKKBN dan Dinkes bisa masuk melakukan pendampingan," lanjut Donny.(*)

Baca Sebelumnya

Harga Jagung Melonjak Sebabkan Daging Ayam Tembus Rp50 Ribu

Baca Selanjutnya

KPU Jember akan Sesuaikan TPS dengan Kebutuhan Pemilih Disabilitas

Tags:

Stunting Kota Malang Bayi berisiko stunting Bayi stunting Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H