Konflik Rais Aam dan Ketum PBNU Resmi Berakhir, Sepakat Islah dan Muktamar

Editor: Muhammad Faizin

26 Des 2025 08:45

Headline

Thumbnail Konflik Rais Aam dan Ketum PBNU Resmi Berakhir, Sepakat Islah dan Muktamar
Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) berangkulan dan sepakat Islah di Ponpes Lirboyo. (FB Ulil Abshar Abdalla)

KETIK, SURABAYA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya mencapai kesepakatan islah (rekonsiliasi) setelah rapat konsultasi Syuriyah dan Mustasyar PBNU yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur pada 25 Desember 2025. 

Rapat bertajuk Musyawarah Kurbo itu dihadiri langsung oleh pucuk pimpinan PBNU termasuk Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Turut hadir para sesepuh, kyai senior (masyayikh) serta jajaran Mustasyar yang berperan sebagai penengah untuk menyelesaikan konflik internal yang telah berlangsung selama beberapa waktu. 

Dalam pertemuan tersebut forum sepakat bahwa Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan diselenggarakan sesegera mungkin sebagai mekanisme konstitusional untuk menyelesaikan dinamika dan ketegangan struktural dalam organisasi yang sempat memanas akibat perselisihan antara pimpinan tertinggi PBNU.

Baca Juga:
Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

"Para masyayikh sangat prihatin dengan kondisi jam'iyyah (organisasi PBNU). Setelah melalui beberapa musyawarah kubro, mulai dari Ploso, Tebuireng hingga Lirboyo, maka disepakati Muktamar ke 35 harus segera dilaksanakan," ujar juru bicara Pondok Pesantren Lirboyo selaku tuan rumah acara, KH Abdul Muid Shohib, dalam keterangannya kepada Suara.com, jejaring media mitra Ketik.com pada Kamis malam, 25 Desember 2025. 

Keputusan islah dan pelaksanaan muktamar ke 35 ini merupakan hasil musyawarah panjang yang menimbang kekhawatiran banyak tokoh NU terhadap potensi perpecahan jika konflik tidak segera diakhiri. 

Keputusan pelaksanaan muktamar mencakup prinsip bahwa penentuan waktu, tempat, dan pembentukan panitia pelaksana harus melibatkan berbagai unsur penting organisasi, termasuk Mustasyar PBNU, para sesepuh NU, serta pengasuh pondok pesantren, sehingga proses persiapan dan pelaksanaan Muktamar ke-35 dilakukan secara bersama dan tidak sepihak. 

Forum juga menekankan bahwa penyelenggaraan ini diharapkan menjadi titik balik konsolidasi organisasi demi memperkuat ukhuwah, menjaga keutuhan jam’iyah, serta mempererat solidaritas intern di PBNU. 

Baca Juga:
Saatnya Muktamar Bermartabat: Ketika Efektivitas Kepemimpinan Dipertanyakan

Kesepakatan ini disambut baik oleh kalangan ulama senior, termasuk Mustasyar PBNU seperti K.H. Ma’ruf Amin, yang menyatakan apresiasi atas hasil musyawarah tersebut.

 Para tokoh melihat keputusan untuk menggelar muktamar bersama sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas dan harmoni internal organisasi terbesar Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia ini. 

Secara keseluruhan, kesepakatan dan islah antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU ini menandai berakhirnya konflik internal PBNU yang berlangsung beberapa bulan, dan disebut-sebut dipicu oleh konsesi tambang pemberian dari pemerintah ini. (*) 

Baca Sebelumnya

Dangdut Academy 7: Valen Dinilai Unggul, Juara Ditentukan Virtual Gift

Baca Selanjutnya

[FOTO] Liburan ke Singapura, Eksplor Garden by the Bay Ada Jurassic World Hingga Air Terjun Buatan Tertinggi di Dunia

Tags:

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf Islah Muktamar NU

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar