KETIK, BATU – Perjalanan Nurochman atau yang akrab disapa Cak Nur, menjadi Wali Kota Batu tidak berlangsung instan. Berawal dari tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota Batu, Cak Nur melewati sejumlah kegagalan politik sebelum berhasil menjadi anggota DPRD, pimpinan legislatif, hingga memenangkan Pilkada 2024.
Jauh sebelum menduduki kursi kepala daerah, Cak Nur pernah bekerja sebagai tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Ia menjalani pekerjaan tersebut pada periode 2007 hingga 2013.
Setelah meninggalkan status sebagai tenaga honorer, Wali Kota yang besar di Desa Sumberjo ini mulai terjun ke dunia politik. Namun, langkah awalnya tidak selalu berjalan mulus.
Ia sempat dua kali mengalami kegagalan dalam pemilihan anggota DPRD Kota Batu. Cak Nur juga pernah mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Desa Sumberejo, tetapi belum berhasil memenangkan pemilihan tersebut.
Berbagai kegagalan itu tidak menghentikan perjalanan politiknya. Pria yang lahir pada 7 Maret 1969 ini tetap konsisten membangun aktivitas politik hingga akhirnya berhasil memperoleh kepercayaan masyarakat untuk menjadi anggota DPRD Kota Batu.
Baca Juga:
Jadi Tim Termuda! SDES RAPPZYY ESI Kota Batu Raih Juara 3 Kapolri Cup 2026Pada periode 2014-2019, Cak Nur dipercaya menduduki jabatan Wakil Ketua II DPRD Kota Batu. Karier politiknya kemudian kembali mendapat kepercayaan pada periode berikutnya.
Pada 2019-2024, Cak Nur menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Kota Batu. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan politiknya sebelum kemudian maju dalam kontestasi Pilkada Kota Batu.
Di luar pengalaman pemerintahan dan politik, Wali Kota berusia 57 tahun ini juga menempuh pendidikan formal hingga jenjang magister.
Ia menyelesaikan pendidikan menengah di MAN 2 Malang pada 1988. Setelah itu, Nurochman melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Islam Malang (Unisma).
Baca Juga:
DPRD Kota Batu Dukung Kejari Usut Dugaan Korupsi KONI, Penyidik Sudah Periksa 15 OrangCak Nur meraih gelar Sarjana Hukum pada 2018. Pendidikan tersebut kemudian dilanjutkan hingga jenjang magister dan ia menyelesaikan program Magister Hukum pada 2021.
Latar belakang pendidikan hukum tersebut melengkapi pengalaman Cak Nur yang telah lama berkecimpung dalam pemerintahan dan politik daerah.
Puncak perjalanan politik Nurochman terjadi dalam Pilkada Kota Batu 2024. Berpasangan dengan Heli Suyanto, ia berhasil memenangkan kontestasi dan memperoleh kepercayaan masyarakat untuk memimpin Kota Batu.
Pasangan Nurochman-Heli Suyanto memperoleh 65.684 suara sah. Perolehan tersebut mengantarkan Nurochman menjadi Wali Kota Batu.
Kemenangan tersebut sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan politik Cak Nur. Setelah sebelumnya berkiprah di legislatif selama dua periode, ia kini memegang tanggung jawab sebagai kepala daerah bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto.
Selain menjadi Wali Kota Batu, Nurochman juga kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Batu periode 2026-2031.
Keputusan tersebut menjadikan Cak Nur sebagai satu-satunya kepala daerah aktif di Jawa Timur yang dipercaya menakhodai DPC PKB.
Kepercayaan tersebut tidak terlepas dari rekam jejak politik Nurochman selama memimpin PKB Kota Batu pada periode sebelumnya. Di bawah kepemimpinannya, PKB berhasil menjadi partai pemenang Pemilu Legislatif Kota Batu.
Dalam pemilu tersebut, PKB memperoleh 27.170 suara dan mengamankan enam kursi di DPRD Kota Batu.
Perolehan tersebut memperkuat posisi PKB sebagai salah satu kekuatan politik utama di Kota Batu. Capaian tersebut juga menjadi modal politik penting bagi partai dalam menghadapi berbagai kontestasi berikutnya.
Kesuksesan politik PKB tersebut kemudian berlanjut dalam Pilkada Kota Batu 2024. Nurochman yang berpasangan dengan Heli Suyanto berhasil memenangkan kontestasi dengan perolehan 65.684 suara sah.
Sebagai Wali Kota Batu, Cak Nur membawa visi pembangunan Mbatu Sae yang kemudian dijabarkan melalui sembilan Nawa Bhakti Utama.
Program tersebut mencakup sejumlah sektor, mulai dari peningkatan kesejahteraan petugas pelayanan masyarakat dan pekerja lapangan, pendidikan, penguatan UMKM, pengelolaan sampah, pemerintahan desa, pertanian, olahraga, hingga pengembangan seni.
Sembilan Nawa Bhakti Utama tersebut meliputi:
- Peningkatan insentif bagi petugas pelayanan masyarakat dan pekerja lapangan.
- Peningkatan insentif bagi pendidik, tenaga kependidikan, pendidikan keagamaan, serta hibah organisasi masyarakat.
- Mencetak 1.000 sarjana per tahun.
- Pembangunan Mall UMKM.
- Pembangunan kawasan industri pengolahan sampah.
- Peningkatan bagi hasil kepada pemerintah desa hingga mencapai Rp5 miliar.
- Pengembangan Smart & Integrated Farming serta pembangunan Spiritual Botanical Garden.
- Pembangunan Sport Center dan optimalisasi lapangan desa.
- Pembangunan Artpreneur Center dan SMK Kesenian.
Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan yang dibawa Nurochman bersama Heli Suyanto dalam memimpin Kota Batu. ("*)