Kendaraan Lebihi Batas Tonase Picu Kerusakan Jalan di Pacitan, Tiap Tahun Naik 4 Persen

Editor: Al Ahmadi

2 Apr 2026 16:45

Thumbnail Kendaraan Lebihi Batas Tonase Picu Kerusakan Jalan di Pacitan, Tiap Tahun Naik 4 Persen
Selain rawan kecelakaan, truk overload termasuk penyebab dominan kerusakan jalan di Pacitan, Kamis, 2 April 2026. Maksimal beban tonase atau batas Muatan Sumbu Terberat (MST) jalan kabupaten diangka 8-10 ton. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Kerusakan jalan di Pacitan tidak hanya dipengaruhi faktor usia infrastruktur, tetapi juga aktivitas di lapangan yang mempercepat penurunan kualitas jalan.

Data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan mencatat, dari total 1.374 kilometer jalan kabupaten, sekitar 535 kilometer atau sekitar 39 persen dalam kondisi rusak. 

Angka itu terus meningkat dengan rata-rata kenaikan kerusakan mencapai 3,7-4 persen setiap tahun.

Salah satu penyebab utama adalah beban kendaraan yang melebihi standar. 

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Jalan kabupaten umumnya masuk kategori kelas III dengan batas Muatan Sumbu Terberat (MST) sekitar 8-10 ton. 

Namun di lapangan, kendaraan dengan muatan berlebih masih kerap melintas.

Kepala DPUPR Pacitan, Suparlan, membenarkan hal tersebut. Kondisi itu dinilai mempercepat kerusakan badan jalan di wilayah.

"Kalau air tidak lancar, struktur jalan cepat rusak. Apalagi kalau dilewati truk overload," kata Suparlan, Kamis, 2 April 2026.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Selain kendaraan berat, ia juga menyoroti kebiasaan meletakkan kayu hasil tebangan di pinggir jalan yang membuat aliran air tersendat. 

Apalagi, ditambah kondisi geografis Pacitan yang didominasi perbukitan, ketahanan jalan menjadi semakin rentan.

"Kalau idealnya butuh berapa, dihitung saja untuk satu kilometer jalan, dibutuhkan biaya sekitar Rp1 miliar berarti perlu 535 miliar untuk jalan rusak," jawabnya saat ditanya soal kebutuhan anggaran untuk perbaikan. 

Namun faktanya, anggaran PUPR Pacitan tahun ini justru mengalami penurunan, dari sekitar Rp76 miliar pada 2025 menjadi Rp58 miliar pada 2026.

Dengan keterbatasan tersebut, arah kebijakan pun disesuaikan. PUPR memilih fokus pada pemeliharaan jalan dibanding pembangunan baru.

"Tahun ini kita lebih banyak maintenance. Tidak banyak membangun," ujar Suparlan.

Meski demikian, perbaikan tetap dilakukan secara bertahap, terutama pada jalur prioritas dengan mobilitas tinggi, termasuk akses menuju kawasan wisata.

Suparlan mengingatkan, pemeliharaan jalan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. 

Peran masyarakat dan pelaku usaha juga dibutuhkan untuk menjaga kondisi infrastruktur tetap layak.

"Masyarakat juga perlu ikut merawat. Termasuk pengusaha kayu," katanya.(*)

Baca Sebelumnya

Akui Salah Tabrak Pakem Aesan Paksangko, MUA Surabaya Alsalman Minta Maaf dan Take Down Video

Baca Selanjutnya

Empat Bulan Diselidiki, Kasus Dana Desa Klesem Pacitan Rampung: Rp166 Juta Kembali

Tags:

Jalan rusak pacitan Truk Overload pupr pacitan SUPARLAN INFRASTRUKTUR kerusakan jalan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H