KETIK, JAKARTA – Menyusul insiden kecelakaan bus jemaah haji di kawasan Jabal Magnet, Arab Saudi, yang melibatkan dua rombongan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), Kamis, 28 April 2026 lalu.

Jemaah haji asal Indonesia diminta lebih fokus menjalankan ibadah selama berada di Tanah Suci dan mengurangi aktivitas di luar agenda utama seperti city tour serta belanja berlebihan atau shopaholic.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut aktivitas wisata yang tidak terkontrol berpotensi menguras tenaga jemaah.

Ia was-was hal itu berdampak pada menurunnya kondisi fisik jemaah saat pelaksanaan puncak ibadah haji.

“Fokuslah pada ibadah. Jangan melakukan aktivitas yang berlebihan seperti city tour atau belanja yang tidak perlu karena bisa membuat kondisi fisik menurun,” ujarnya, Jumat, 1 Mei 2026.

Baca Juga:
42 Calon Jemaah Haji Ilegal Digagalkan, Kemenhaj Perketat Pengawasan

Ia menjelaskan, pemerintah telah mengingatkan seluruh penyelenggara dan KBIHU agar mematuhi aturan serta berkoordinasi dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dalam setiap kegiatan jemaah di luar ibadah inti.

Menurutnya, insiden di Jabal Magnet menjadi evaluasi penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali. 

Pemerintah juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada KBIHU yang melanggar ketentuan, termasuk pencabutan izin operasional.

Meski demikian, Dahnil menegaskan jemaah tetap diperbolehkan melakukan ziarah ke lokasi tertentu yang telah difasilitasi secara resmi, seperti Masjid Quba dan Masjid Qiblatain.

Baca Juga:
Terima Buruh Saat May Day, Dasco Janji Tuntaskan UU Ketenagakerjaan 2026

Sebelumnya, kecelakaan terjadi saat dua bus jemaah bertabrakan ketika dalam perjalanan kembali dari kegiatan wisata di Jabal Magnet. 

Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB saat dua bus rombongan jemaah bertabrakan.

“Bus rombongan SUB-2 menabrak lambung bus JKS-1,” jelas Hasan.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 10 orang mengalami luka-luka, terdiri dari tujuh jemaah kloter JKS-1, dua jemaah SUB-2, serta satu pengurus KBIHU.

Salah satu korban, Sri Sugihartini (60), harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Al Hayat Madinah.

Plt Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, menyebut kecelakaan terjadi saat rombongan kembali dari kegiatan wisata di Jabal Magnet.(*)