KETIK, SURABAYA – Gelombang Jemaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Surabaya 2026, mulai masuk gelombang dua, tepatnya pada tanggal 7 Mei 2026 nanti. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) meminta JCH untuk menggunakan pakaian ihram di tanah Air.
Alasan JCH memakai pakaian ihram sejak di tanah air karena setibanya di Bandara Jeddah, jemaah langsung melaksanakan umrah wajib.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, As'adul Anam menjelaskan, perubahan menggunakan pakaian ini menyesuaikan ketentuan dan kondisi di Arab Saudi.
"Jemaah harus menyiapkan kain ihram di tas kabin karena setibanya di Jeddah sudah dalam kondisi ber-ihram untuk melaksanakan umrah wajib," katanya pada Selasa, 5 Mei 2026.
Lantaran langsung melaksanakan umrah wajib setibanya di Arab Saudi. As'adul Anam mengingatkan para JCH untuk melakukan persiapan fisik saat masih berada di Surabaya serta memahami manasik.
Baca Juga:
Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 19.350 Jemaah, 44 Persen dari Target Tahun IniSelain itu, alasan lainnya berkaitan dengan keterbatasan waktu layanan di Bandara Jeddah. Proses perpindahan jemaah dari pesawat ke bus kini hanya berlangsung sekitar 30 menit sehingga tidak memungkinkan mengganti pakaian.
“Sekarang waktu pergeseran dari pesawat ke bus hanya sekitar 30 menit. Jadi jemaah harus sudah memakai kain ihram sejak sebelum mendarat,” kata Anam.
Sementara itu terkait miqat, pihaknya menyebut otoritas Arab Saudi telah menetapkan Bandara Jeddah sebagai salah satu titik miqat.
"Pengambilan miqat mengikuti ketentuan dari Arab Saudi bahwa Jeddah bisa digunakan. Ini untuk memastikan kepastian waktu karena di pesawat sering kali sulit menentukan secara tepat kapan melewati titik miqat," jelasnya.
Baca Juga:
Sepekan Terakhir 10 WNI Ditangkap di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Perketat PengawasanPPIH mengimbau seluruh jemaah gelombang kedua agar mematuhi ketentuan tersebut demi kelancaran ibadah di tanah suci. (*)