KETIK, PEKALONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan memastikan perbaikan sejumlah ruas jalan rusak akan mulai dikerjakan pada pekan depan.

‎Kepastian itu disampaikan dinas terkait usai rapat bersama yang digelar di ruang rapat Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin, 15 Juni 2026.

‎Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben R Prabu Faza, mengatakan seluruh proses pengadaan untuk pekerjaan pemeliharaan jalan telah berjalan. Karena itu, pelaksanaan di lapangan segera dimulai.

‎"Ini sudah pengadaan. Insyaallah minggu depan sudah mulai aksi terkait pemeliharaan jalan," kata Ruben.

‎Menurut Ruben, molornya pelaksanaan perbaikan jalan bukan tanpa alasan. Ia menyebut kondisi geopolitik internasional turut berdampak terhadap ketersediaan harga material, khususnya aspal.

Baca Juga:
Gajah Tak Lagi Jadi Ikon Linggo Asri, Abdul Munir: Biaya Pemeliharaan Capai Rp500 Juta per Tahun

‎"Efek geopolitik, aspal itu sampai sekarang belum mengeluarkan harga," ujarnya.

‎Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pekalongan, Murdiarso melalui Kepala Bidang Bina Marga, Ahmad Al Faruq. 

‎Ia menjelaskan, sebenarnya pelaksanaan pekerjaan direncanakan sudah dimulai sejak Maret 2026. Namun, perubahan harga aspal membuat proses administrasi harus dilakukan berulang kali.

‎"Sebenarnya kemarin bulan Maret itu sudah mulai jalan karena ada perubahan harga terkait geopolitik internasional. Harga aspal ada dua kali ganti harga sehingga kita dua kali kerja," ungkap Faruq.

Baca Juga:
Sumar Rosul: Kliwonan Show Perlu Digelar Kembali untuk Dongkrak PAD Pekalongan

‎Faruq menyebut, pada tahun anggaran 2026, Pemkab Pekalongan mengalokasikan anggaran sekitar Rp49 miliar untuk penanganan jalan, termasuk yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.

‎Saat ini, kata dia, sejak awal Juni proses pelelangan sudah berlangsung, baik melalui mekanisme e-katalog maupun penunjukan langsung (PL).

‎Beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas perbaikan dalam waktu dekat antara lain ruas Kedungwuni-Pakisputih (Podo) serta ruas Kertoharjo-Karangdadap.

‎Untuk ruas Kertoharjo-Karangdadap, perbaikan akan dilakukan sepanjang kurang lebih 1.800 meter dengan anggaran mencapai Rp5,8 miliar. Sementara ruas Kedungwuni-Pakisputih (Podo) dianggarkan sekitar Rp4 miliar.

‎"Kurang lebih 1.800 meter dengan nilai Rp5,8 miliar dan yang di Podo itu Rp4 miliar. Itu yang besar. Pakai cor insyaallah," jelasnya.

‎Meski demikian, Faruq meminta masyarakat bersabar karena keterbatasan anggaran membuat seluruh ruas jalan yang rusak belum bisa ditangani sekaligus.

‎Ia menjelaskan, anggaran pemeliharaan rutin jalan yang tersedia saat ini hanya sekitar Rp5 miliar. Padahal, dana tersebut harus digunakan untuk menangani jaringan jalan kabupaten sepanjang 697 kilometer beserta infrastruktur pendukung lainnya.

‎"Angka pemeliharaan kurang lebih di Rp5 miliar, itu sebenarnya angka yang kecil. Rp5 miliar itu khusus jalan menangani 697 kilometer. Itu plus jembatan, plus penebangan pohon, plus talud dan sebagainya. Idealnya di angka Rp18 hingga Rp20 miliar," tandasnya.

‎Dengan dimulainya pekerjaan pada pekan depan, masyarakat berharap perbaikan jalan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan serta memperlancar aktivitas ekonomi di Kabupaten Pekalongan.(*)