KETIK, MALANG – Panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar rapat koordinasi akhir pada Selasa, 18 Agustus 2026. Rapat yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut membahas kesiapan teknis pelaksanaan PBAK bagi mahasiswa baru.
Rapat dihadiri pimpinan dekanat, Ketua Dema Fakultas Syariah Fawwaz Fudhail Muchammad dan Ketua PBAK Dema Fakultas Saidul Magfurhakim dan koordinator panitia lainnya.
Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., dalam arahannya menegaskan bahwa pelaksanaan PBAK harus mengedepankan nilai-nilai akademik dan bebas dari kekerasan maupun sanksi nonakademik.
“Karena ini Pengenalan Budaya Akademik, maka tidak boleh ada kekerasan dan sanksi yang non-akademik. Seharusnya jika ada sanksi, maka sebisa mungkin yang edukatif,” tegasnya.
Ia menyebut sebanyak 655 mahasiswa baru telah melakukan validasi. Karena itu, ia meminta panitia menjaga kesehatan dan segera mengomunikasikan apabila terdapat kendala selama persiapan.
“Teman-teman panitia harus betul-betul jaga kesehatan untuk persiapan pelaksanaan PBAK ini. Jika ada masalah, tolong segera dikomunikasikan dan berikan contoh yang baik untuk adik-adik kita,” tuturnya.
Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. menghadiri rapat koordinasi Panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa, 18 Agustus 2026. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)
Selain itu, Umi mendorong agar PBAK menjadi momentum untuk memetakan minat dan bakat mahasiswa baru. Pemetaan tersebut nantinya dapat ditindaklanjuti melalui pembentukan kelompok studi yang sesuai dengan minat mahasiswa.
“Jadikan PBAK sebagai momen untuk memetakan minat dan bakat mahasiswa. Nanti kita perlu buat kelompok-kelompok studi yang spesifik,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mendukung produktivitas akademik dan nonakademik mahasiswa serta penguatan branding dan akreditasi fakultas.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr.H. Miftahul Huda, M.H., menekankan pentingnya ketepatan waktu dan keteladanan panitia selama pelaksanaan PBAK.
“Jangan sampai agenda molor terlalu lama dari jadwal yang sudah ditentukan. Pastikan estimasi waktu yang diagendakan relevan dan bisa dieksekusi dengan baik,” tegasnya.
Ia juga meminta kesiapan panitia diperhatikan, khususnya untuk agenda yang berlangsung di lantai 5 gedung rektorat. Tim acara diharapkan telah menyelesaikan persiapan sebelum mahasiswa baru diarahkan menuju lokasi.
Ketua panitia PBAK Dosen Dr.Mahbub Ainur Rofiq, M.HI., turut mengingatkan panitia agar mengantisipasi kegiatan yang berpotensi mencederai semangat akademik dan kesehatan mental mahasiswa.
“Sedikit celah bisa menjadi preseden tidak baik untuk kegiatan PBAK dan lembaga. Maka, jangan sampai ada drama yang membahayakan kesehatan mental mahasiswa,” ujarnya.
Ia mengarahkan agar konsep kegiatan tetap relevan dengan konteks akademik, seperti penggunaan atribut persidangan di pengadilan. Mahbub juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan PBAK tidak boleh disertai pungutan kepada mahasiswa baru.
“Jangan sampai ada pungutan serupiah pun. Utamakan manfaat dan jauhi mudharat!” tegasnya.
Rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan teknis antara panitia dari unsur mahasiswa dan dosen untuk memastikan seluruh rangkaian PBAK dapat terlaksana secara tertib, edukatif, dan sesuai dengan nilai-nilai akademik.
.png)