Jaga Status Warisan Dunia UNESCO, Pemkot Yogyakarta Bakal Batasi Bus Pariwisata di Sumbu Filosofi

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Muhammad Faizin

9 Jan 2026 08:20

Headline

Thumbnail Jaga Status Warisan Dunia UNESCO, Pemkot Yogyakarta Bakal Batasi Bus Pariwisata di Sumbu Filosofi
Suasana rapat pembahasan Terminal Giwangan sebagai pusat Transit Oriented Development (TOD) di Balai Kota Yogyakarta. (Foto: Pemkot Yk for Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta tengah menyiapkan skema penataan ulang tata kelola parkir bus pariwisata guna mengurangi beban kendaraan di Kawasan Sumbu Filosofi (KSF). Langkah ini diambil menyusul penetapan kawasan tersebut sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO, yang menuntut standar pelestarian dan mobilitas yang ketat.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, menyatakan bahwa status warisan dunia membawa konsekuensi besar pada tata kelola kota. Menurutnya, kepadatan bus pariwisata saat ini menjadi tekanan terbesar bagi kelancaran lalu lintas dan kualitas kawasan inti.

"Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kelancaran mobilitas, tapi juga berpengaruh terhadap kualitas kawasan dan keberlanjutan ekonomi pariwisata," ujar Agus dalam keterangannya di Balai Kota Yogyakarta, Kamis, 8 Januari 2026.

Revitalisasi Terminal Giwangan

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah akan mengoptimalkan Terminal Giwangan melalui konsep Transit Oriented Development (TOD). Kawasan Yogyakarta bagian selatan ini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus "pintu masuk" utama guna memecah kepadatan di pusat kota.

Agus menjelaskan, Pemkot Yogyakarta kini telah mengantongi hak pengelolaan lahan di sisi selatan terminal. Hal ini memungkinkan pembangunan Tempat Khusus Parkir (TKP) baru yang terintegrasi.

 

Foto Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat memaparkan skenario pengendalian lalu lintas bus pariwisata di kawasan inti kota seperti Malioboro dan Senopati guna mendukung kelestarian Sumbu Filosofi, Kamis, 8 Januari 2026. (Foto: Pemkot Yk for Ketik.com)Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat memaparkan skenario pengendalian lalu lintas bus pariwisata di kawasan inti kota seperti Malioboro dan Senopati guna mendukung kelestarian Sumbu Filosofi, Kamis, 8 Januari 2026. (Foto: Pemkot Yk for Ketik.com)



"Penyusunan master plan Kawasan Terminal Giwangan sudah dilakukan melalui kajian mendalam selama empat bulan dengan melibatkan akademisi dan operator transportasi," tuturnya.

Tekan Beban di Titik Jenuh

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah tindakan konkret untuk "mengusir" beban kendaraan besar dari jantung kota, seperti kawasan Malioboro, Tugu, dan Senopati.

"Kalau fokus kita mengurangi beban di Sumbu Filosofi, maka langkahnya harus konkret. Tekanannya harus berkurang. Jika itu terjadi, otomatis bus tidak masuk ke kawasan inti," kata Hasto.

Ia menyoroti area Senopati yang selama ini menjadi titik jenuh parkir bus. Hasto meminta jajarannya melakukan penghitungan kapasitas yang presisi, baik untuk hari biasa maupun musim puncak (peak season), sebelum melakukan pengalihan arus secara total.

"Kita mulai dari yang bisa dijangkau sekarang: start small, act now, think big. Kita susun kerangka besar sistem transportasi agar tidak tambal sulam dan kontraproduktif," ucapnya.

Urgensi Percepatan

Akademisi Fakultas Teknik UGM, Muhammad Sani Roychansyah, menilai langkah Pemkot Yogyakarta ini merupakan momentum yang tepat. Menurutnya, kajian pengurangan beban di Sumbu Filosofi sebenarnya sudah berjalan hampir satu dekade.

"Setelah penetapan UNESCO, pengendalian Sumbu Filosofi menjadi semakin relevan dan perlu percepatan realisasi," ujar Sani.

Melalui integrasi Terminal Giwangan dan penyediaan TKP baru, Pemkot berharap ekosistem pariwisata Yogyakarta tetap tumbuh tanpa merusak nilai historis dan kenyamanan kawasan warisan dunia tersebut. (*)

Baca Juga:
Reyog Diakui UNESCO, Khofifah Perkuat Ekosistem dan Regenerasi Seniman Menuju Panggung Dunia

Baca Juga:
WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan
Baca Sebelumnya

Bidik Juara Umum Porda, Bupati Harda Kiswaya Buka Kejurkab Panahan Sleman 2026

Baca Selanjutnya

Nataru Aman Wisata Lancar, Dirut JTP Group Puji Kinerja Polres Batu

Tags:

Yogyakarta Sumbu Filosofi Unesco Terminal Giwangan bus pariwisata Malioboro Hasto Wardoyo Bappeda Kota Yogyakarta TOD transportasi publik warisan dunia Tata Kota

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

15 April 2026 14:31

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

15 April 2026 12:27

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H