Indonesia Paling Rawan Bencana Nomor 2 di Dunia, Kesiapsiagaan Pemerintah Dinilai Masih Lemah

Editor: Muhammad Faizin

17 Jan 2026 06:40

Thumbnail Indonesia Paling Rawan Bencana Nomor 2 di Dunia, Kesiapsiagaan Pemerintah Dinilai Masih Lemah
Simulasi bencana yang digelar Prodi S1 Keperawatan Unusa menggandeng BPBD Jatim, Selasa, 13 Januari 2025. (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Indonesia menghadapi tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi. World Risk Report 2023 menempatkan Indonesia di posisi kedua negara paling rawan bencana di dunia setelah Filipina. Namun, besarnya risiko tersebut belum diimbangi dengan kesiapsiagaan yang memadai, tercermin dari dampak bencana yang masih besar di berbagai wilayah.

Guru Besar Kebencanaan sekaligus Staf Ahli Pusat Studi Bencana Alam Universitas Gadjah Mada, Prof. Djati Mardiatno, menilai arah kebijakan pemerintah masih terlalu bertumpu pada penanganan darurat dibandingkan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan. Salah satu indikatornya terlihat dari alokasi anggaran mitigasi yang relatif lebih kecil dibandingkan anggaran tanggap darurat.

“Investasi untuk mitigasi dan kesiapsiagaan bencana akan mengurangi dampak dari kejadian bencana,” ujar Djati dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 17 Januari 2026.

Djati menilai lemahnya fokus pada kesiapsiagaan berisiko memperbesar dampak bencana, terutama di wilayah rawan. Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko bencana, khususnya bagi warga yang tinggal di kawasan berisiko tinggi.

Baca Juga:
WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Menurutnya, pengurangan risiko bencana berbasis komunitas harus menjadi prioritas kebijakan, dengan dukungan pemerintah berupa fasilitas, edukasi, dan sistem peringatan dini yang memadai.

Multiple helix dalam penanganan bencana itu penting karena masalah bencana menjadi urusan bersama,” katanya.

Djati juga mendorong penyempurnaan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana agar lebih adaptif terhadap dinamika bencana saat ini. Ia menilai peran Badan Nasional Penanggulangan Bencana masih perlu diperkuat, terutama di tingkat daerah, agar mampu bertindak lebih strategis dan preventif.

“Penguatan peran lembaga BNPB perlu dikuatkan karena merupakan lembaga strategis dalam penanggulangan bencana,” tegasnya.

Baca Juga:
Paguyuban Merah Putih Kaliprau di Pemalang Gotong Royong Tanggulangi Rob

Selain itu, Djati mengingatkan bahwa bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim masih menjadi ancaman utama bagi Indonesia ke depan. Kondisi ini menuntut penguatan mitigasi secara menyeluruh tanpa mengabaikan risiko bencana lain seperti gempa bumi.

Ia menilai keterlibatan masyarakat dan kalangan akademisi masih belum optimal. Padahal, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar penanggulangan bencana tidak berhenti pada respons darurat semata.

“Peran masyarakat dan akademisi perlu diperbanyak dan diintensifkan keterlibatannya dalam penanggulangan bencana,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Pakar Hukum Ingatkan Menguatnya Konservatisme dan Otoritarianisme di Indonesia

Baca Selanjutnya

Diduga Gabung dengan Militer Rusia untuk Perang di Ukraina, Polisi di Aceh Telah Dipecat

Tags:

rawan bencana kesiapsiagaan Indonesia negeri cincin api mitigasi bencana UGM Bnpb

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar