KETIK, HALMAHERA SELATAN – Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan sebagai ruang penghormatan bagi para pejuang pemekaran.
Dalam pidatonya pada upacara HUT Halmahera Selatan di halaman Kantor Bupati, Selasa 9 Juni 2026, Helmi menyebut 9 Juni 2003 sebagai tonggak sejarah yang tidak boleh dilupakan.
Menurut Helmi, lahirnya Halmahera Selatan bukan hadiah yang datang begitu saja. Daerah ini berdiri melalui perjuangan panjang para tokoh, masyarakat, dan pemimpin yang menaruh harapan besar bagi masa depan generasi berikutnya.
“Dalam suasana penuh berkah ini pula, kita mengenang kembali bagaimana Halmahera Selatan lahir dari perjuangan panjang para tokoh pemekaran, yang dengan semangat tanpa pamrih memperjuangkan otonomi daerah demi masa depan yang lebih baik,” ujar Helmi.
Helmi juga mengajak seluruh peserta upacara mengirimkan doa kepada para pejuang pemekaran dan para pemimpin Halmahera Selatan yang telah mendahului.
Baca Juga:
Ekonomi Halmahera Selatan Melaju 37,33 Persen, Fondasi Daerah Makin KokohIa secara khusus menyampaikan penghargaan kepada masyarakat yang tergabung dalam Komite Perjuangan Rakyat Halsel serta Sultan Bacan ke-20, almarhum Alhaj Dede Muhammad Gahral Adyan Syah.
“Kepada mereka, kita menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, keberanian, dan semangat pengabdian yang tak kenal lelah,” katanya.
Helmi menegaskan, peringatan HUT Halmahera Selatan bukan hanya hari seremoni. Lebih dari itu, hari jadi daerah harus menjadi pengingat bahwa pembangunan hari ini berdiri di atas jejak pengabdian para pendahulu.
“Bangsa yang besar tidak akan melupakan sejarahnya,” ucap Helmi.
Baca Juga:
Saruma Job Fair Diserbu Pencaker, Ratusan Peserta Daftar di Hari PerdanaIa mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat pemekaran sebagai energi moral untuk melanjutkan pembangunan Halmahera Selatan secara inklusif, adil, dan berkelanjutan.