KETIK, MALANG – Dukungan empati dan kepedulian mendalam atas kejadian yang menimpa almarhum Mat Suhadi (51) terus mengalir dari berbagai pihak. Tidak terkecuali dari unsur TNI, dalam hal ini Koramil 0833-02/Kedungkandang, yang turut melayat ke rumah duka yang berada di Jalan Slamet, Kelurahan Cemorokandang, Kota Malang, pada Selasa, 12 Mei 2026 malam.
Dalam kedatangannya ke rumah duka, Babinsa Kelurahan Cemorokandang, Peltu Agus, dan Babinsa Kelurahan Sukoharjo, Serda Bambang, menemui pihak keluarga dan menyerahkan bantuan santunan duka dari warga Pecinan Sukoharjo. Bantuan itu diterima secara langsung oleh anak korban yang bernama Harianto (32).
Melalui bantuan tersebut, diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan sekaligus menjadi dorongan penyemangat di tengah suasana duka tersebut.
“Ini menjadi bagian dari bentuk kepedulian bersama. Semoga santunan yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Babinsa Kelurahan Cemorokandang, Peltu Agus, pada Rabu, 13 Mei 2026.
Ia juga menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Dengan kepedulian dan kebersamaan, hal ini menjadi modal utama dalam menjaga keharmonisan dan keamanan lingkungan.
Baca Juga:
Kembangkan AI dalam Pembelajaran Fisika, Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Raih Gelar Profesor“Melalui pendampingan ini, kami berharap hubungan baik antara TNI dan masyarakat semakin erat, sekaligus menguatkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial agar terus tumbuh di wilayah Kedungkandang,” terangnya.
Sementara itu, warga Pecinan Sukoharjo menyampaikan bahwa pemberian santunan duka ini merupakan wujud empati dan solidaritas kepada korban dan keluarga. Mereka juga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, serta keamanan lingkungan dapat ditingkatkan melalui sinergi semua pihak.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang petugas keamanan (satpam) perumahan Cemara Diamond Townhouse Malang bernama Mat Suhadi (51) dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) pada Minggu, 10 Mei 2026 pagi. Sebelum meninggal, korban menjalani perawatan intensif akibat ditusuk maling setelah berupaya menggagalkan aksi pencurian.
Dari informasi yang diperoleh, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 9 Mei 2026 sekitar pukul 19.00 WIB di dekat Jembatan Amprong, Jalan Raya Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Saat itu, korban memergoki pelaku yang sedang berhenti di pinggir jalan untuk membetulkan ikatan tali barang curian.
Baca Juga:
Temuan Limbah Medis Berserakan di Saluran Irigasi Kota Malang, Warga KhawatirDiketahui, pelaku beraksi mencuri kusen jendela kantor pemasaran di lingkungan perumahan yang dijaga korban. Saat memergoki itulah, korban yang sendirian memukul pelaku dengan senter.
Pelaku kemudian melawan dan terlibat duel dengan korban. Nahas, pelaku membawa senjata tajam dan langsung menusuk bagian perut kanan korban serta memukul bagian kepala.
Selanjutnya, pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian. Korban kemudian berupaya meminta pertolongan dengan mendatangi rumah keponakannya di Jalan Santoso yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Korban sempat menjalani operasi dan perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Namun, Tuhan berkehendak lain dan korban dinyatakan meninggal dunia pada Minggu, 10 Mei 2026 sekitar pukul 07.30 WIB.