Heboh! Uang Rp429 Miliar Nganggur di Pemkab Blitar, Proyek Pembangunan Mandek

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Mustopa

25 Agt 2025 11:09

Thumbnail Heboh! Uang Rp429 Miliar Nganggur di Pemkab Blitar, Proyek Pembangunan Mandek
Bupati dan Wakil Bupati Blitar, Rijanto dan Beky Herdihansah, Senin 25 Agustus 2025. (Foto: Favan/Ketik)

KETIK, BLITAR – Kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar kian mengkhawatirkan. Hingga Juli 2025, sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tercatat sudah mencapai Rp429,2 miliar. Jika tak segera diatasi, jumlah ini dipastikan membengkak lagi pada September mendatang.

Akibat rendahnya serapan anggaran, pembangunan di berbagai sektor macet. Saat ini, hanya belanja rutin yang terserap, seperti gaji pegawai, biaya operasional, hingga perjalanan dinas. Sementara proyek pembangunan fisik banyak yang mandek.

Padahal, dari total pendapatan daerah yang mencapai kisaran Rp2,59 triliun, serapan anggaran masih jauh dari target. Pendapatan itu meliputi PAD, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dana nonfisik, dana bagi hasil, hingga dana insentif.

Rendahnya serapan anggaran disebut dipengaruhi sejumlah faktor. Mulai dari penyesuaian retribusi dengan kondisi fiskal masyarakat, aturan efisiensi belanja lewat Instruksi Presiden (Inpres) 2025, hingga kehati-hatian bupati setelah peringatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga:
Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

Tak hanya itu, isu intervensi dari wakil bupati juga ikut memperkeruh kebijakan bupati. Bahkan, rencana penghapusan dana aspirasi (Pokir) untuk DPRD memicu ketegangan antara legislatif dan eksekutif.

Ketua Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Kabupaten Blitar, Mujianto  mengingatkan dampak buruk Silpa yang terus menumpuk.

“Silpa yang terlalu tinggi jelas merugikan bupati terpilih. Tahun pertama mestinya jadi momentum mendukung visi misi, tapi justru gagal terserap. Ini kelemahan dalam mengelola APBD,” tegas Mujianto, Senin 25 Agustus 2025.

Ia menambahkan, kondisi ini bisa berakibat fatal bagi Kabupaten Blitar. “Jika Silpa tinggi, dana transfer dari pusat bisa dikurangi. Ini bahaya untuk daerah,” ujarnya.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Menurutnya, kebijakan bupati yang tidak mengalokasikan Pokir juga jadi pemicu kebuntuan. “Dampak kebijakan itu akhirnya dijegal saat paripurna. Padahal, harmonisasi eksekutif dan legislatif sangat penting,” imbuhnya.

Mujianto bahkan membandingkan kondisi saat ini dengan era Bupati Rijanto.

“Pak Rijanto itu birokrat sejati. Seharusnya bupati sekarang bisa tegas, jangan mau diintervensi. Segera lakukan evaluasi internal supaya pembangunan berjalan,” katanya.

Selain itu, ia juga menyinggung isu kesenjangan pembangunan antara Blitar Selatan dan Blitar Barat yang hingga kini belum teratasi.

“Transparansi anggaran harus ditingkatkan. Intinya, visi misi pembangunan harus jalan, hubungan dengan DPRD harmonis, dan setiap proses politik anggaran diakomodir dengan baik,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Wedang Cak Gondrong! Susu Jahe Merahnya Bikin Ketagihan, Harganya Bikin Dompet Aman

Baca Selanjutnya

Dr. Dadang Supriatna: Dari Bedas Menuju Berkelas

Tags:

SILPA Sisa anggaran Miliar Blitar Kabupaten Blitar Rijanto Beky Mujianto

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

15 April 2026 12:41

Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

15 April 2026 09:23

PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

14 April 2026 16:07

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

11 April 2026 19:48

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H