KETIK, TULUNGAGUNG – Suasana Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso mendadak khidmat sekaligus penuh harapan pada Kamis, 14 Mei 2026 sore. 

Di bawah atap bersejarah itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali hadir membawa secercah senyum bagi masyarakat Tulungagung melalui agenda "Sapa Bansos", sebuah inisiatif kemanusiaan yang lebih dari sekadar seremoni.

Kehadiran Gubernur Jawa Timur, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., disambut hangat oleh Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M. Acara ini juga menjadi panggung kolaborasi besar yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pilar-pilar sosial, hingga para pejuang kemanusiaan di lapangan.

Bentuk Nyata Kehadiran Pemerintah

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, kehadiran langsung Gubernur Khofifah adalah suntikan moral yang luar biasa bagi warga Tulungagung.

Baca Juga:
898 Siswa dan Lulusan SMK Tulungagung Siap Magang dan Bekerja di Luar Negeri

"Kehadiran Ibu Gubernur secara langsung di tengah-tengah warga kami bukan sekadar kunjungan kerja. Ini adalah bukti otentik bahwa Pemerintah Provinsi hadir, peduli, dan berkomitmen penuh meningkatkan taraf hidup masyarakat Tulungagung," tegas Ahmad Baharudin dengan penuh apresiasi.

.Menyentuh Berbagai Lini Masyarakat

Tahun 2026 ini, program Sapa Bansos menjangkau setidaknya 350 penerima manfaat dari berbagai latar belakang. Bukan sekadar angka, distribusi bantuan ini menyasar mereka yang benar-benar membutuhkan kemandirian diantaranya :

1. Penyangga Ekonomi

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Jatim Puspa Plus untuk Warga Tulungagung

100 anggota Kelompok Ekonomi dan 50 penerima Zakat Produktif.

Pemberdayaan Perempuan & 

2. Keluarga

98 penerima program Putri Jawara dan 25 penerima PKH Plus.

3. Perlindungan Khusus

Penerima ASPD, Jatim Puspa, hingga santunan bagi anak yatim.

Tak lupa, Baharudin memberikan penghormatan khusus kepada para "pahlawan sunyi" di lapangan TKSK, TAGANA, SDM PKH, hingga tim Jatim Social Care. 

Ia menyebut mereka sebagai ujung tombak yang memastikan denyut pelayanan sosial tetap terasa hingga ke pelosok desa.

Ahmad Baharudin berpesan agar bantuan ini dijaga dan dipergunakan sesuai peruntukannya, demi cita-cita besar bersama: Tulungagung yang lebih sejahtera dan bebas dari kemiskinan.

Sementara itu, Gubernur Khofifah memberikan pesan yang mendalam. Baginya, menyalurkan bantuan sosial adalah menjalankan amanat konstitusi sekaligus wujud pengabdian spiritual.

Ia menekankan pentingnya konsep komplementer, di mana program pusat, provinsi, dan kabupaten harus saling mengisi, bukan berjalan sendiri-sendiri.

“Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu mengalokasikan anggaran demi kesejahteraan rakyatnya. Kami bersinergi agar semua program ini saling melengkapi, memastikan tidak ada warga yang terlewatkan,” tutur Khofifah.

Bantuan yang diserahkan hari ini diharapkan menjadi bahan bakar bagi kemandirian ekonomi masyarakat, bukan sekadar bantuan konsumtif. 

Sinergi antara Provinsi dan Kabupaten yang kian erat ini menjadi sinyal positif bahwa kesejahteraan bukan lagi sekadar impian, melainkan tujuan yang sedang diwujudkan selangkah demi selangkah.(*)