KETIK, PALEMBANG – Proses evakuasi medis darurat dilakukan terhadap seorang pasien pria yang mengalami luka serius akibat kecelakaan maut antara bus ALS dan mobil tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, Rabu, 6 Mei 2026. 

Korban tiba di Rumah Sakit RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang pada Jumat, 8 Mei 2026.

Korban dibawa menggunakan ambulans Mini ICU dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Sesampainya di lobi rumah sakit, petugas gabungan dari Dokpol bersama tim medis langsung bergerak cepat mengevakuasi pasien dari dalam ambulans. 

Korban yang tampak tidak sadarkan diri dan menggunakan bantuan oksigen itu segera dibawa menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) guna mendapatkan penanganan intensif.

Baca Juga:
Jenazah Hangus Tak Bisa Dikenali, Hasil DNA Tunggu 5 Hari hingga 2 Pekan

Suasana haru menyelimuti area rumah sakit saat keluarga korban melihat kondisi pasien yang terbaring lemah di atas tandu. Tangis keluarga pun pecah, sementara sejumlah petugas berupaya menenangkan mereka ketika korban memasuki ruang steril perawatan.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Palembang, dr. Budi, mengatakan, proses evakuasi dilakukan dengan penanganan khusus mengingat kondisi korban yang membutuhkan pemantauan medis ketat selama perjalanan.

“Korban tiba dalam kondisi membutuhkan observasi dan pemantauan intensif. Karena itu kami menggunakan ambulans Mini ICU agar seluruh alat medis pendukung tetap dapat digunakan selama proses perjalanan menuju rumah sakit,” ujar dr. Budi.

Ia menjelaskan, proses evakuasi para korban dilakukan dengan metode berbeda sesuai kondisi medis masing-masing pasien.

Baca Juga:
16 Jenazah Korban Kecelakaan Maut Jalinsum Tiba di RS Bhayangkara Palembang, Identifikasi Dimulai Pagi Ini

“Ada satu korban yang sebelumnya dievakuasi menggunakan helikopter karena mempertimbangkan jarak tempuh dan tingkat keparahan luka. Sementara dua korban lainnya dibawa melalui jalur darat menggunakan ambulans karena kondisi mereka non-transportable untuk penerbangan,” katanya.

Menurut dr. Budi, saat ini seluruh tim medis masih fokus melakukan tindakan penyelamatan terhadap para korban yang dirawat di RS Bhayangkara Palembang.

“Kami berupaya maksimal menstabilkan kondisi pasien. Tim dokter dan tenaga medis terus melakukan penanganan intensif agar korban mendapatkan perawatan terbaik,” tegasnya. (*)