KETIK, MALANG – Mengetahui Jawa Timur tidak masuk sepuluh besar pada hasil survei Perpustakaan Nasional (Perpusnas) terkait tingkat minat baca, sedangkan kota Malang dikenal sebagai Kota Pendidikan, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak berupaya untuk menggenjot minat baca masyarakat dengan segala cara mendekatkan secara fisik maupun digital.

Kota Malang, salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki banyak kampus dan dikenal sebagai kota pendidikan. Hal ini berbanding terbalik dengan hasil survei perpusnas jika Jawa Timur tidak masuk sepuluh besar terkait tingkat minat baca.

Dari persoalan tersebut, Emil Dardak mengungkapkan sedang berupaya untuk mendorong tingkat baca masyarakat Jawa Timur dengan sistem mendekatkan buku pada daerah-daerah yang jauh dan juga membagikan e-book yang dapat disewa secara digital.

"Masalah literasi, kita sebenarnya sudah melakukan dorongan untuk misalnya mendekatkan koleksi buku kepada daerah-daerah yang lebih jauh. Jadi bukan menunggu jemput bola orang datang ke perpustakaan. Kita juga sudah menyediakan e-book buku yang bisa disewa secara digital," ungkapnya.

Tentunya dengan melakukan intervensi lebih spesifik, pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengetahui titik-titik daerah mana yang kegemaran membaca masih cenderung sedikit dan kemudian angka literasi akan terus digenjot pada daerah tersebut.

Baca Juga:
FISIP Universitas Brawijaya Luncurkan Asta Bakti, Siap Kawal Pembangunan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

"Kita akan zoom in dulu daerah mana saja yang kira-kira angka literasinya ini perlu digenjot. Nah ini sedang dilakukan karena dalam penyusunan laporan penjawaban, memang dinas arsip dan perpustakaan tengah menyoroti hal tersebut. Nah kita akan kemudian melakukan intervensi yang lebih spesifik wilayah untuk titik-titik daerah-daerah di mana angka kegemaran membacanya mungkin tidak maksimal," tutur Emil Dardak.

Emil Dardak menuturkan jika secara tingkat partisipasi, masyarakat Jawa Timur yang memiliki kegemaran baca telah mengalami peningkatan. Namun, ia tetap menekankan untuk mengoreksi diri dengan terus melihat tolak untuk dan aspek-aspek syarat yang telah ditentukan.

"Kita juga akan berusaha memahami bagaimana angka ini dihitung supaya kami bisa lebih cermat lagi karena sebenarnya tingkat partisipasi menunjukkan peningkatan tapi kita tentu harus selalu mengintrospeksi diri dengan melihat berbagai tolak ukur, berbagai metode penghitungan yang ada di luar sana," tuturnya.

Ia juga menyampaikan saat ini Kepala Dinas Arsip Perpustakaan sedang mendalami metodologi terkait aspek-aspek yang diperhitungkan. Menurut Emil Dardak, kemungkinan masih ada ruang kosong yang belum tersentuh dan harus dibenahi.(*)

Baca Juga:
Hari Pendidikan Nasional 2026, Emil Dardak Dorong Peningkatan IPM dan Prestasi Holistik