KETIK, SAMPANG – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, dikeluhkan warga.
Keluhan muncul karena menu MBG yang diproduksi SPPG Yayasan Barisan Garuda Muda dinilai tidak sesuai standar.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, menu MBG yang disajikan hanya berupa nasi putih, seperempat potong buah naga, dan sepotong tahu. Selain itu, makanan tersebut diduga didistribusikan tanpa menggunakan wadah ompreng.
Setelah video tersebut viral di media sosial, Ketua Yayasan Barisan Garuda Muda, Moh. Mastuki, menghubungi Ketik.com melalui aplikasi WhatsApp untuk memberikan klarifikasi.
Baca Juga:
Tanam Black Thorn di Padepokan HM Arum Sabil Jember, Kepala BGN Dadan Indayana Tebarkan Semangat Kemandirian PanganSebelumnya, Kepala SPPG Yayasan Barisan Garuda Muda, Ilham, saat dikonfirmasi oleh media ini tidak memberikan respons.
"Itu bukan dari dapur yang pakai kertas minyak. Dari posyandu disalin ke kertas minyak dan dibawa pulang. Kalau dari dapur menggunakan ompreng, " ujar Moh. Mastuki kepada Ketik.com.
Ia juga mengklaim bahwa menu tersebut bukan merupakan menu terbaru. "Menu itu sudah satu bulan yang lalu," katanya. Sabtu, 4 April 2026.
Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai pihak yang menyalin makanan tersebut, ia menyebut bahwa hal itu dilakukan oleh penerima.
Baca Juga:
Distribusi MBG Terhenti Lama, Publik Pertanyakan Kinerja SPPG Polres Sampang"Ya, dari pihak penerima," ucap Moh. Mastuki.
Pernyataan tersebut berbeda dengan penjelasan sebelumnya yang menyebut bahwa penyalinan dilakukan oleh pihak posyandu. (*)