KETIK, SAMPANG – Proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, terancam tidak selesai tepat waktu. Hingga awal Juni 2026, progres pembangunan baru mencapai 73 persen, sementara masa pelaksanaan proyek hanya tersisa 19 hari.
Berdasarkan pantauan media ini di lokasi proyek pada Senin, 1 Juni 2026, aktivitas pembangunan masih berlangsung. Sejumlah pekerja tampak melakukan pengecoran struktur bangunan menggunakan alat crane.
Sementara itu, pekerja lainnya melanjutkan pembangunan plengsengan di sisi barat kawasan yang hingga kini belum rampung.
Manajer Proyek PT Waskita Karya (Persero) Tbk–CAG KSO, Dimas Reza, mengatakan proyek pembangunan Sekolah Rakyat tersebut mulai dikerjakan pada November 2025 dan ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026.
“Hingga hari ini progres pembangunan sudah mencapai 73 persen,” ujar saat dikonfirmasi awak media.
Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Sampang. Senin, 1 Juni 2026 (Foto: Mat Jusi/Ketik.com)
Menurutnya, Sekolah Rakyat Sampang dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mencakup jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Fasilitas tersebut nantinya memiliki kapasitas tampung hingga 1.000 siswa.
Berbagai sarana dan prasarana yang dibangun meliputi ruang kelas, asrama siswa, rumah susun guru, masjid, kantin, gedung serbaguna, lapangan upacara, serta fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola dan lapangan basket.
Dimas menjelaskan, sejumlah pekerjaan telah selesai dikerjakan, di antaranya pembangunan asrama putra dan putri untuk jenjang SMP dan SMA, kantin, lapangan sepak bola, serta akses jalan kawasan.
“Untuk gedung sekolah saat ini masih dalam tahap pengerjaan struktur atas,” katanya.
Meski waktu pengerjaan semakin terbatas, pihak kontraktor optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Berbagai upaya dilakukan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan, termasuk menambah jam kerja para pekerja di lapangan.
“Jumlah pekerja kami sebanyak 1.015 orang. Saat ini kami bekerja lembur hingga pukul 00.00 WIB, bahkan pekerjaan pengecoran dilakukan sampai pukul 02.00 WIB. Prinsipnya, kami akan berupaya semaksimal mungkin agar seluruh pekerjaan selesai tepat waktu,” ungkapnya.
Kendati demikian, dengan progres yang masih berada di angka 73 persen dan tenggat penyelesaian yang tinggal beberapa pekan, percepatan pekerjaan menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksana proyek untuk memenuhi target penyelesaian pada 20 Juni 2026. (*)
